Breaking News:

Darurat Narkoba

Dari Balik Penjara, Bandar Ini Kendalikan Perdagangan Narkoba, Begini Kisahnya

Selain biaya hidup di lapas, ia juga menggunakan uang itu untuk merenovasi rumah.

Dari Balik Penjara, Bandar Ini Kendalikan Perdagangan Narkoba, Begini Kisahnya
dok tribunkalteng
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM, SEMARANG - Mengendalikan peredaran sabu dari dalam lapas antara lain dilakukan pria ini, sebut saja Budi, sejak dirinya mendekam di penjara. Tribun Jateng berhasil mewawancarainya lewat sambungan telepon.

Meski singkat dan tidak begitu leluasa menggali informasi, karena hubungan komunikasi yang kerap terputus, paling tidak komunikasi itu bisa sedikit memberi gambaran terkait dengan masih adanya fenomena pengendalian sabu dari balik jeruji besi.

Identitas, tanggal wawancara, serta lokasi lapas tempat narasumber dibina sengaja dirahasiakan untuk menjaga keselamatan. Sebab, menurutnya, jika sampai identitasnya ketahuan, ia akan dipindah ke lapas lain hingga dihajar oleh oknum sipir.

Baca: Bukan Karena Serangan Jantung, Ternyata Sridevi Meninggal karena Tenggelam di Bathtub

"Paling kalau kebongkar saya digulung di sel, terus dibuang dari lapas sini. Tapi kalau bayarannya sepadan, uangnya bisa saya buat 'ngemel' supaya saya tidak dibuang. Kalau digulung petugas di sel itu sudah biasa. Namanya juga napi, pasti merasakan gulungannya sipir," katanya.

Budi berani memastikan, mayoritas peredaran narkoba dikendalikan dari dalam lapas. Bahkan, saat ini ia bersama rekan-rekannya sedang memroses impor sabu seberat 2 Kg.

"Tapi kurirnya masih bermasalah di Jakarta, sampai saat ini bahan belum masuk ke Jateng, dan bahan masih aman di hotel X di Jakarta," jelasnya, tanpa membeberkan secara rinci.

Pengendalian sabu dari dalam lapas, menurut dia, lebih terasa nyaman karena melibatkan oknum lapas. Meski begitu, Budi belum bersedia membeberkan nama-nama oknum petugas lapas dimaksud.

Baca: Kembali Mesra Dua Pebalap McLaren Mercedes

"Itu oknum-oknum yang terlibat (mengendalikan narkoba-Red) saya tahu semua. Tapi jika sampai ketahuan, nyawa saya yang buat taruhan. Kalau bayarannya setimpal, saya beberkan semua," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved