Heboh Video Mesum Siswi SMA, Ini Ancaman Hukuman Pembuat dan Penyebarnya!

Gaduhnya jagad dunia maya lantaran tersebarnya video porno yang diduga diperankan siswa SMAN 1 Samarinda sejak kemarin

Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Gaduhnya jagad dunia maya lantaran tersebarnya video porno yang diduga diperankan siswa SMAN 1 Samarinda sejak kemarin tak lepas dari pantauan Polda Kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim AKBP Ade Yaya Suryana menyayangkan hal tersebut terjadi, kendati masih harus dilakukan penelusuran terkait fakta-fakta yang sebenarnya.

Ade mengingatkan bahwa pembuat maupun penyebar video tersebut bisa terjerat perkara hukum.

Baca: Video Mesumnya Beredar, Benarkah Siswi SMA Ternama di Kaltim Jadi Pemain?

"Iya bisa. Penyebar bisa, pelaku bisa kena undang-undang ITE tergantung perannya. Itu kan dokumen elektronik, ya, tergantung apakah karena kelalaian atau karena adanya paksaan," katanya, Rabu (25/10/2017).

""Kelalaian ya akibat ulahnya dia-lah (pembuat video) sementara kalau adanya paksaan, misalnya dokumen dia dicuri orang," sambungnya.

Bagi penyebar konten porno bisa dijerat Pasal 27 ayat (1) UU ITE yang mengatur larangan mendistribusikan, mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Baca: Ini yang Terjadi Saat Putri Tidur dari Banjarmasin Terbangun Setelah 13 Hari Terlelap

Ancaman pidana terhadap pelanggar diatur dalam Pasal 45 ayat (1) UU ITE, ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak 1 (satu) milliar rupiah.

Sementara UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi bisa menjerat si pembuat konten porno tersebut.

Ancaman diatur dalam Pasal 29 yaitu pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta rupiah dan paling banyak Rp Rp 6 miliar.

Baca: Tarif Cukai Rokok Bakal Naik, Ini dampaknya pada Inflasi

"Sifatnya bisa dilakukan penahanan. Ancaman hukuman bisa 5 tahun penjara, bagi penyebar maupun pemerannya kalau terbukti ada unsur pidana dan tergantung fakta perbuatannya," jelasnya.

Pembuat maupun penyebar bisa lolos dari jeratan hukum apabila perbuatannya tak memenuhi unsur yang tertera dalam hukum dan perundangan berlaku.

"Belum ada yang terkait dengan laporan itu (di Polda Kaltim) tapi nanti saya cek lagi," ujarnya.(Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri Ramadhani)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved