Kabar Kalimantan

Pengakuan Guru yang Diduga Aniaya Murid, Penggaris sampai Patah!

Oknum guru yang juga wali kelas 4A tersebut langsung berjalan menuju meja di bagian belakang membawa penggaris kayu panjang.

Editor: Mustain Khaitami
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Sekolah Dasar Negeri 004, Marga Sari Balikpapan Barat, Kalimantan Timur. 

Namun bukannya menenangkan oknum guru tersebut memukulkan mistar kayu sepanjang 1 meter di meja belajar hingga benda itu patah.

"Saya pukul meja, karena dia nangis-nangis. Menggertak saja supaya dia diam," ucapnya.

Dari awal ia sudah menekankan kepada muridnya agar menjaga ketenangan saat jam belajar dimulai.

Setiap guru yang mengajar diperhatikan dengan saksama, ternyata masih saja ada beberapa murid yang membuat keributan.

Ia berusaha memahami orangtua yang bersangkutan tak terima.

Namun pikirnya tak ada niatan buruk kepada anak yang bersangkutan.

Ia juga menekankan bahwa penggaris patah tersebut disebabkan ia memukul meja, bukan anaknya.

"Saya akui mukul anaknya, tapi penggarisnya patah karena saya pukul di atas meja," tuturnya.

Pemberitaan sebelumnya, warga Sekolah Dasar Negeri 004, Marga Sari Balikpapan Barat geger lantaran pengakuan seorang siswa yang diduga mendapat penganiayaan oleh guru.

Putra Bangun Ramadhan (10) siswa yang duduk di kelas 4 mengaku dipukul penggaris kayu di bagian kepalanya oleh oknum guru sekolah tersebut.

"Kejadiannya 2 minggu yang lalu, baru cerita tadi malam ke saya," kata Cuncun Feriyadi (40) orang tua siswa, Kamis (24/8/2017) pukul 09.10 Wita. (Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri Ramadhani)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved