Kabar Dunia
Ratusan WNI Bisa Berhaji Lewat Korea Selatan, Begini Caranya
Nah, baru-baru ini justru ratusan warga negara Indonesia berangkat lewat Korea Selatan dan menggunakan kuota haji di negara itu.
Penulis: Ernawati | Editor: Mustain Khaitami
TRIBUNKALTENG.COM - Naik haji menjadi salah satu ibadah yang diidam-idamkan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim.
Namun, dengan adanya pembatasan jumlah (kuota) yang ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi, membuat naik haji ke Tanah Suci tergolong sulit di Indonesia.
Untuk berangkat menunaikan rukun Islam kelima itu, tidak sedikit yang harus menunggu lama hingga bertahun-tahun.
Kondisi ini kadang dijadikan segelintir oknum mencari peluang berangkat melalui negara lain yang kuotanya masih tersisa.
Seperti tahun lalu, sempat heboh sejumlah jemaah calon haji asal Indonesia tertahan di Filipina setelah ketahuan menggunakan kuota haji negara tersebut.
Nah, baru-baru ini justru ratusan warga negara Indonesia berangkat lewat Korea Selatan dan menggunakan kuota haji di negara itu.
Tapi tunggu dulu.
Mereka bukan melakukan proses ilegal.
Sebaliknya, mereka berangkat dengan cara sah alias legal.
Mereka ada tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negeri ginseng tersebut.
Dikutip dari laman Kemlu RI, sebanyak 208 TKI di negeri ginseng, kemarin dan hari ini (23 Agustus 2017) berangkat menunaikan ibadah haji.
Mereka Dilepas Dubes Umar Hadi di masjid Jami Itaewon, Seoul.
"Teman-teman alhamdulillah diberi kemudahan mendapatkan rejeki, tidak perlu antri dan masih berbadan kuat karena masih muda," katanya.
Kedua, diingatkan, walaupun berangkat dari Korea Selatan, mereka tetap seorang warga Indonesia.
Untuk itu sikap ramah dan saling tolong menolong harus dikedepankan. Istilahnya, garuda tetap ada di dalam dada.
"Terakhir, ketika pulang semoga jadi haji mabrur. Meningkat keikhlasannya, bertambah amal kebajikannya, serta mendoakan yang lain bisa mengikuti jejaknya datang ke baitullah," katanya.
Naik haji bagi TKI di Korea saat ini bukanlah suatu yang sulit dijangkau.
Dengan pendapatan per bulan kisaran Rp 22 juta serta kuota haji yang masih begitu terbuka di Korsel, maka mereka hanya memerlukan niat saja.
Untuk berangkat haji, seorang TKI di Korsel harus merogoh kantong 4 juta 500 ribu won, atau Rp 50 juta, atau kisaran tiga kali tabungan gaji.
Di Makkah, mereka akan mendapatkan akomodasi di hotel bintang lima yang berjarak satu km dari ka'bah, dan hotel bintang tiga di Madinah yang jauhnya 500 meter dari masjid Nabawi.
Beberapa hari sebelum barangkat, para calon haji dari TKI itu raya-rata melakukan syukuran seperti halnya di Indonesia.
Mereka mengumpulkan teman-temannya di masjid Indonesia lalu meantunkan lagu-lagu religi seperti barzanji, pengajian, berwasiat dan potong tumpeng serta bersalam-salaman.
"Saya mohon maaf atas semua kesalahan. Saya serahkan semua jiwa dan raga saya kepada sang Pemilik. Kalaupun saya tidak pulang, maka semua harta, saya hubahkan bagi yatim piyatu," ujar Saifullah seorang TKI yang sudah berada di Korea selama dua tahun.
Menurut Anggun, pejabat KBRI Seoul, peminat naik haji dari kalangan TKI di Korsel tiap tahun meningkat cukup pesat. Dibanding tahun lalu, jamaah haji tahun ini naik 20an persen.
Umat Islam di Korea sampai saat ini berjumlah 35 ribu orang. Sebagian besar masyarakat tidak beragama, sisanya beragama Buddha dan Kristen.
Kuota di Korea Selatan sebagian besar justru dipakai oleh muslim warga negara asing yang bermukim atau punya izin tiinggal disana, termasuk warga negara Indonesia.
"Saya tenggarai, mereka sadar bahwa menunaikan ibadah haji dari Indonesia makin sulit, baik dari sisi dana ataupun waktu tunggu yang makin lama. Karenanya, mereka memanfaatkan betul berbagai kemudahan selama di Korea Selatan," katanya. (Sumber: Kemlu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/kabah-jemaah-haji_20170822_083700.jpg)