Dirgahayu Indonesiaku
Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza, Begini Syair Asli dan Lengkapnya
Bertepatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, ramai dibicarakan tentang lagu kebangaan Indonesia Raya yang diciptakan WR Supratman.
Penulis: Ernawati | Editor: Mustain Khaitami
Berlanjut ke stanza ke-2 (kedua) Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya, dimana frasa yang ditekankan adalah “Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia.” Makna yang mendalam terkandung di dalam lirik di atas, dimana bermakna landasan spiritual dengan selalu mendoakan Indonesia yang bahagia.
Maka lanjutan lirik berikutnya adalah “Sadarlah Budinya, Sadarlah Hatinya” yang bermakna masyarakat Indonesia yang senantiasa memiliki budi dan hati yang baik.
Dalam stanza 3 (tiga) Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya, terdapat sumpah dan amanat agraria yang diselipkan di dalam lirik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Sumpah setia terucap dalam lirik “Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi.” Sedangkan amanat agrarian terdapat dalam lirik yang berbunyi “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.”
Makna agraria yang dimaksud dalam lirik ini tidak terbatas dengan tanahnya, namun seluruh yang terkandung dalam Indonesia, meliputi tanah, laut, hingga luar angkasanya. Untuk menekankan makna agrarian tersebut, maka ketika satu tahun umur Indonesia, pemerintah saat itu sudah melakukan Revolusi Agraria. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribun-kalteng-naskah-lagu-indonesia-raya_20170817_095520.jpg)