Fisiknya Tak Sempurna, Tapi Motivasi Berjuang Mengajar Guru Ini Luar Biasa!
Tak hanya itu, Untung juga mengalami kesulitan untuk membayar SPP, lantaran orangtunya tak mampu.
Meski tak memiliki tangan, namun Untung tidak mengenyam pendidikan di Sekolah luar Biasa (SLB).
Untung tetap menempuh pendidikan di sekolah umum.
Saat menempuh pendidikan, jalan yang harus dilalui pun terjal.
Ia sering dicemooh dan dihina teman-temannya karena tak mimiliki tangan.
Tak hanya itu, Untung juga mengalami kesulitan untuk membayar SPP, lantaran orangtunya tak mampu.
Saat SMP ia sering dipanggil guru karena kerap menunggak bayaran sekolah.
Namun, setelah itu, ia dibebaskan dari bayaran sekolah.
Untung hanya mengenyam pendidikan hingga bangku SMP.
Setelah lulus SMP, ia memutuskan untuk masuk pondok pesantren.
Pada saat awal dirinya mengajar, ia tak dibayar.
Meski demikian, Untung tetap tetap mengajar, lantaran terinspirasi oleh beberapa tokoh, seperti Ki Hajar Dewantara dan Kyai Haji Ahmad Dahlan yang mengajar tanpa pamrih.
Untung ingin mengikuti jejak para tokoh tersebut.
"Saya termotivasi Wahid Hasyim, Ki Hajar Dewantara dan Kyai Haji Ahmad Dahlan, mereka mengajar tanpa pamrih, saya ingin mengikuti jejak beliau" katanya.
Mengajar tanpa memiliki tangan, tentu mengundang reaksi dari anak didiknya.
Untung mengaku, anak didiknya tercengang, saat melihat ia menulis di papan tulis menggunakan kaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribun-kalteng-guru-cacat_20170617_094743.jpg)