Kajian Islam

Ini Bacaan Agar Dimudahkan Pergi Haji dan Cara Mengamalkannya

Jangankan kuliah, membayangkan naik haji saja sulit. Namun kuasa Allah SWT, berkat rajin beribadah dan tekun belajar, ia mendapat beasiswa kuliah ke M

Penulis: Salmah | Editor: Mustain Khaitami
banjarmasinpost.co.id/salmah
H Uria Hasnan Lc MPdI 

TRIBUNKALTENG.COM - Setiap umat Islam tentu punya keinginan untuk menunaikan rukun Islam kelima, yaitu berhaji. Namun tidak semua mampu karena terkait biaya yang cukup besar dan pula usia.

Meski demikian, kita perlu berikhtiar agar memperoleh rezeki yang cukup dan berdoa supaya bisa sampai ke tanah suci.

Ada salah satu amalan yang bisa Anda terapkan. Amalan ini disampaikan H Uria Hasnan Lc MPdI, dosen STAI Al Jami Banjarmasin yang juga pengelola travel haji dan umroh Taibah II Banjarmasin.

"Saya sangat bersyukur. Pada suatu pengajian di majelis taklim Guru Rasyad, Martapura, beliau ada memberikan satu wejangan, bahwa jika ingin dimudahkan berhaji maka amalkan surah Al Baqarah ayat 128," ungkapnya.

Bunyi ayatnya; rabbana waijaalnamuslimayni laka wamin zurriyyatina ummatan muslimatan laka waarina manasikana watub aalayna innaka anta tawwaburrahim.

Ayat itu adalah doa Nabi Ibrahim ketika bertemu anaknya Ismail setelah lama terpisah. Artinya Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Kesimpulannya adalah kita berserah diri kepada Allah SWT.

"Dibaca setiap Jumat sebelum khatib naik ke mimbar. Baca 40 kali sambil menunggu masuknya waktu ibadah Jumat. Alhamdulillah saya amalkan itu sejak usia 15 tahun sampai sekarang. Nah, bagaimana dengan muslimah yang tidak wajib shalat Jumat? Khusus muslimah silakan dibaca usai shalat fardhu sebanyak 8 kali. Berarti lima waktu terbaca 40 kali," urainya.

Hikmah dari amalan tersebut, Allah SWT menuntun langkah Uria untuk berhaji pada 2001. Saat itu ia mendapat beasiswa kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir dan uang berhaji dari uang sangu dari orangtua untuk biaya hidup setahun.

Uria bukan berasal dari keluarga kaya. Ayahnya hanya pegawai golongan dua yang bertugas sebagai penjaga sekolah dasar. Ibunya hanya mengurus rumah tangga.

Jangankan kuliah, membayangkan naik haji saja sulit. Namun kuasa Allah SWT, berkat rajin beribadah dan tekun belajar, ia mendapat beasiswa kuliah ke Mesir.

Alhamdulillah ibadah haji dilakukan enam kali dan umroh sudah tak terhitung berapa kali. Ia pun juga mampu menghajikan ayah dan ibunya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved