"Dada Saya Sesak dan Saya Bisa Pingsan"
Salah satu penderita asma warga Palangkaraya bernama Windi Florentina. Siswi SMA Nahdatul Ulama Kelas XII IPA warga
Penulis: Fathurahman | Editor: Didik Trio
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan dan hutan yang hampir setiap tahun terjadi terutama pada saat musim kemarau yang kemudian memunculkan kabut asap tebal sangat menyiksa para penderita penyakit asma yang ada di Palangkaraya.
Salah satu penderita asma warga Palangkaraya bernama Windi Florentina. Siswi SMA Nahdatul Ulama Kelas XII IPA warga Jalan Bengaris 2 C mengaku sangat tersiksa saat musim kabut asap seperti sekarang, karena dia tidak tahan menghirup udara yang bercampur kabut asap tersebut.
Windi, sudah mengidap penyakit Asma sejak kelas I SMA. Dia mengaku tidak tahan asap, karena dia memang punya riwayat pengidap penyakit asma yang jika udara kotor atau tercemar seperti sekarang, maka asmanya bisa tiba-tiba kambuh.
"Dalam musim kabut asap seperti sekarang ini, bagi penderita Asma seperti saya ini, sangat menyiksa, karena jika asap terlalu tebal dan udara tak sehat maka asma saya sering kambuh, makanya dalam keadaan sedang belajar, tiba-tiba saya bisa langsung pingsan, karena dada terasa sesak." katanya, Kamis (10/9/2015).
Dia mengatakan, ingin sekali mengungsi ketika kabut asap di Palangkaraya makin tak terkendali, tetapi orang tua dan sanak keluarga semuanya ada di Palangkaraya, sehingga dia tetap bertahan di Palangkaraya, meskipun kondisi kabut asap sangat menyiksanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/salah-satu-penderita-asma-warga-palangkaraya_20150910_093747.jpg)