Berita Palangka Raya
Cuaca Panas di Kalimantan Tengah, Kasus ISPA dan Pneumonia Awal 2026 Melonjak
Kasus penyakit pernapasan, seperti ISPA, dilaporkan mencapai 2.850 kasus pada minggu pertama Januari,dikarenakan adanya cuaca panas di Kalteng
Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Sri Mariati
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), sejumlah penyakit meningkat pada awal Januari 2026, karena cuaca panas melanda Kalteng.
- Kasus penyakit pernapasan, seperti ISPA, dilaporkan mencapai 2.850 kasus pada minggu pertama Januari, meningkat dibandingkan minggu terakhir 2025 yang tercatat 2.025 kasus.
- Sementara pneumonia sebanyak 91 kasus, naik dari 83 kasus pada periode sama tahun lalu. Hal itu diungkapkan Kadinkes Kalteng Suyuti Syamsul.
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Meski Kalimantan Tengah masih berada dalam musim penghujan, kondisi cuaca panas dan minim hujan belakangan ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, dampak cuaca yang tidak menentu juga memengaruhi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), sejumlah penyakit meningkat pada awal Januari 2026.
“Kasus penyakit pernapasan, seperti ISPA, dilaporkan mencapai 2.850 kasus pada minggu pertama Januari, meningkat dibandingkan minggu terakhir 2025 yang tercatat 2.025 kasus. Sementara pneumonia sebanyak 91 kasus, naik dari 83 kasus pada periode sama tahun lalu,” ujar Suyuti kepada TribunKalteng.com, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus ini erat kaitannya dengan faktor lingkungan, terutama cuaca panas, kualitas udara yang menurun, serta paparan debu dan asap dari karhutla.
Untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas dan minim hujan, Suyuti menyarankan beberapa langkah preventif.
Pertama, membatasi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00–14.00. Jika harus keluar rumah, gunakan pelindung diri seperti topi, pakaian yang menyerap keringat, dan masker.
Kedua, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari dan makanan bergizi.
Ketiga, memperhatikan kebersihan dalam ruangan, misalnya menutup jendela dan pintu, serta menggunakan air purifier jika memungkinkan.
“Apabila kondisi kesehatan menurun, segera datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Langkah ini penting agar penyakit terkait cuaca ekstrem bisa ditangani lebih cepat,” tambah Suyuti.
Baca juga: Meski Musim Hujan Cuaca Panas Melanda Kalteng, Warga di Kota Cantik Mual, Pusing dan Mendadak Sakit
Baca juga: Cuaca Panas saat Musim Hujan, BMKG Sampit Ungkap Pemicu Meningkatnya Karhutla di Kotim
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi di sebagian wilayah Kalteng pada 27–30 Januari 2026.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla dan menjaga kesehatan, terutama saat cuaca panas tengah berlangsung.
| Pekerja Tewas di Lokasi Tambang Ilegal di Kapuas, Keluarga Korban Lapor Polda dan DLH Kalteng |
|
|---|
| Sidang Pledoi Korupsi Proyek Pabrik Ikan di Kobar, Kuasa Hukum Terdakwa Romi Ajukan Bukti Baru |
|
|---|
| Website SIPP PN Palangka Raya Diretas jadi Judi Online dan Situs Vulgar, Segera Diperbaiki |
|
|---|
| Hari Kartini 2026, Kadis Perikanan Palangka Raya Sebut Perempuan Harus Tunjukan Kemampuan Diri |
|
|---|
| Pemprov Kalteng Bentuk Tim Siapkan Sidak dan Usulkan Penambahan Kuota BBM-LPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/ISPA-Palangka-bd.jpg)