Pelangsir BBM 'Tiarap'

Di Palangkaraya, kondisi ini sangat terasa. Sejumlah SPBU yang setiap hari selalu dipenuhi dengan antrean panjang, justru terlihat sepi.

Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Muhammad Yamani

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Rencana pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata berdampak besar terhadap antrean kendaraan di SPBU. Paling tidak, itu terjadi pada aktivitas pelangsir.

Di Palangkaraya, kondisi ini sangat terasa. Sejumlah SPBU yang setiap hari selalu dipenuhi dengan antrean panjang, justru terlihat sepi.

"Rupanya pelangsir sedang 'tiarap' karena bakal rugi jika tetap membeli BBM saat ini. Tapi lihat besok (Senin, Red), penyakit akut yang terjadi pada seluruh SPBU di Kalteng bakal kambuh lagi," ujar Joni, warga Jalan A Yani Palangkaraya, Minggu (18/1/2015).

Mulai sepinya SPBU dirasakan sejak Presiden Joko Widodo mengumunkan rencana menurunkan harga BBM sejak Senin (19/1/2015). Harga baru yang dipatok pemerintah adalah Rp 6.600 per liter untuk premiun dan Rp 6.400 untuk solar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved