Kemarau, Gapoktan Limpasu Tetap Bisa Tanam Tiga Kali
Kelompok Tani Tenaga Jaya Kecamatan Limpasu, Hulu Sungai Tengah mengakui bisa melaksanakan tanam tiga
Penulis: Hanani | Editor: Anjar
Anggota Kelompok Tani Tenaga Jaya I, Muhammad Arsyad (67) menuturkan saat ini kelompoknya memiliki lahan seluas 25 hektar. “10 borongan di antaranya milik saya yang dikelola secara sederhana,” katanya. Menurut Arsyad tiap petak sawah dibatasi bambu yang dibelah-belah sebagai pagar untuk mengatasi hama tikus.
Petak bambu itu juga berfungsi sebagai galangan atau pengatur aliran air. Pagar tersebut diganti setiap tahun. “Membuat galangan dari tanah tidak memungkinkan karena biasanya rusak disapu air saat musim hujan. Bahkan jika banjir bisa setinggi dada orang dewasa,” jelasnya.
Para petani di kelompok itu juga mengaku tak menggunakan bajak, atau traktor dalam menggemburkan tanah. Alasanya, jika dibajak atau ditraktor tanah yang lunak akan terbawa air deras atau banjir sehingga yang tersisa hanya tanah keras yang dikhawatirkan malah membuat sawah tidak subur lagi.
Petugas Penyuluh Pertanian Desa Hantakan, Norjannah menjelaskan saat ini di desa Hantakan, ada 120 hektar areal persawahan. Mereka tergabung dalam kelompok tani yaitu Tanjung Serumpun dan lima Kelompok Tani Tenaga Jaya 1, Tenaga Jaya 2, Nusa Bersama 1, Nusa Bersama 2 dan Nusa Bersama 3.