Inilah Buku 110 Resep Kuliner Banjar
MENJELANG Lebaran atau Idulfitri seperti sekarang, Anda pasti mulai sibuk menyiapkan aneka hidangan
Tayang:
Editor:
Didik Trio
TRIBUNKALTENG.COM, MENJELANG Lebaran atau Idulfitri seperti sekarang, Anda pasti mulai sibuk menyiapkan aneka hidangan untuk keluarga maupun para tamu. Demikian pula di hari lainnya, terutama bila menggelar acara atau peringatan.
Namun, kadang Anda bingung menu apa yang cocok untuk disajikan. Tak sekadar menuntaskan lapar, tetapi juga memberi kesan spesial bagi yang menikmati.
Nah, buku berjudul Masakan Khas Banjar tulisan budayawan Kalsel HM Syamsiar Seman, dapat menjadi rujukan Anda. Apalagi, buku ini merupakan yang pertama kali memuat lengkap tentang kuliner Banjar.
"Saya menulis buku ini untuk melestarikan masakan khas Banjar, dan budaya Banjar pada umumnya agar terhindar dari kepunahan," kata Syamsiar Seman.
Menurut budayawan yang baru sebulan lalu menerima penghargaan tertinggi tingkat nasional Anugerah Kebudayaan Tahun 2011 dari Wakil Presiden RI Boediono, buku bercover paduan warna biru, merah, dan kuning, memuat sebanyak 110 resep. Aneka resep yang diuraikan secara rinci meliputi macam-macam jenis nasi khas Banjar, antara lain nasi kuning, nasi pundut, soto banjar, katupat kandangan, dan buras.
Ada pula aneka sayur, lauk pauk, hingga lalapan macam kalangkala, jaruk tarap, jaruk tigarun, mandai tiwadak, hingga tiwadak baparung.
Buku yang juga dilengkapi dengan foto pendukung masakan, secara khusus mengungkap tentang Nasi Astakona yang memiliki nilai historis dalam sajian pesta Kerajaan Banjar tempo doeloe.
Melengkapi buku Masakan Khas Banjar, terdapat pula kata sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Hj Hayatun Fardah Rudy Ariffin. Dia menyatakan, buku ini merupakan dokumen budaya Banjar yang sangat penting dalam wadah budaya nasional. (hay/tribunkalteng)
Namun, kadang Anda bingung menu apa yang cocok untuk disajikan. Tak sekadar menuntaskan lapar, tetapi juga memberi kesan spesial bagi yang menikmati.
Nah, buku berjudul Masakan Khas Banjar tulisan budayawan Kalsel HM Syamsiar Seman, dapat menjadi rujukan Anda. Apalagi, buku ini merupakan yang pertama kali memuat lengkap tentang kuliner Banjar.
"Saya menulis buku ini untuk melestarikan masakan khas Banjar, dan budaya Banjar pada umumnya agar terhindar dari kepunahan," kata Syamsiar Seman.
Menurut budayawan yang baru sebulan lalu menerima penghargaan tertinggi tingkat nasional Anugerah Kebudayaan Tahun 2011 dari Wakil Presiden RI Boediono, buku bercover paduan warna biru, merah, dan kuning, memuat sebanyak 110 resep. Aneka resep yang diuraikan secara rinci meliputi macam-macam jenis nasi khas Banjar, antara lain nasi kuning, nasi pundut, soto banjar, katupat kandangan, dan buras.
Ada pula aneka sayur, lauk pauk, hingga lalapan macam kalangkala, jaruk tarap, jaruk tigarun, mandai tiwadak, hingga tiwadak baparung.
Buku yang juga dilengkapi dengan foto pendukung masakan, secara khusus mengungkap tentang Nasi Astakona yang memiliki nilai historis dalam sajian pesta Kerajaan Banjar tempo doeloe.
Melengkapi buku Masakan Khas Banjar, terdapat pula kata sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Hj Hayatun Fardah Rudy Ariffin. Dia menyatakan, buku ini merupakan dokumen budaya Banjar yang sangat penting dalam wadah budaya nasional. (hay/tribunkalteng)
Baca juga beritanya di BPost cetak