Kalteng Kita

Belum Ada Permukiman, Ini Wilayah di Palangkaraya yang Bakal Jadi Lokasi Calon Perkantoran Ibu Kota

Mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kawasan tersebut, William mengatakan tidak ada masalah jika jadi digunakan untuk ibu kota.

Belum Ada Permukiman, Ini Wilayah di Palangkaraya yang Bakal Jadi Lokasi Calon Perkantoran Ibu Kota
Bpost cetak
BPost edisi cetak Rabu (15/5/2019) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sedangkan Camat Rakumpit Palangkaraya, William, yang dua kelurahannya masuk lokasi calon perkantoran ibu kota negara, mengatakan belum ada kabar jual beli lahan di kawasan tersebut.

Itu karena lokasi berada di dalam hutan.

Mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kawasan tersebut, William mengatakan tidak ada masalah jika jadi digunakan untuk ibu kota.

Selain masuk kawasan hutan produksi, belum ada permukiman.

Soal Wacana Pemindahan Ibu Kota, DPR akan Buat Pansus

Alasan KPI Minta Stasiun Televisi Stop Penayangan Iklan Hago, 6 Stasiun TV Kena Sanksi

Densus 88 Tangkap Pak RT di Apotek, Polisi Amankan 8 Terduga Teroris di Jateng

"Soal RTRW itukan pusat yang atur, karena kebijakan ada pada presiden dan menteri kehutanan," ujarnya.

Hal ini dibenarkan Sekdaprov Kalteng Fahrizal Fitri.

"Kawasan itu berada di bagian luar atau pinggiran Kota Palangkaraya dan belum ada permukiman.

Juga berdekatan dengan Kabupaten Katingan dan Gunung Mas.

Sudah pernah dipaparkan di tingkat pusat," katanya.

Namun Fahrizal menyatakan pihaknya belum bisa secara transparan dan detail mengumumkan lokasi yang dicadangkan karena khawatir muncul spekulan tanah.

"Kita tunggu keputusan dari pusat saja. Yang jelas lahan sudah disiapkan hingga mencapai 300 ribu hektare," ujarnya.

Rektor Universitas Palangkaraya (UPR) Dr Andrie Elia SE MS, yang juga masuk tim daerah, menegaskan lahan yang disiapkan bukan milik masyarakat.

Lahan milik pemkab dan pemko sehingga tidak perlu ada ganti rugi lahan ketika pemerintah pusat membangun perkantoran di wilayah tersebut.

"Lahannya bebas dari ganti rugi itu sudah dilakukan pengkajian," ujarnya.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi Rabu (15/5/2019)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved