Kalteng Kita

Campak Klinis Selama November di Kalteng Capai 536 Kasus, Program Imunisasi MR Belum Penuhi Target

Imunisasi merupakan upaya preventif yang merupakan salah satu prioritas Kementrian Kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Campak Klinis Selama November di Kalteng Capai 536 Kasus, Program Imunisasi MR Belum Penuhi Target
tribunkalteng.co/fathurahman
Sosialisasi kepada masyarakat dan lembaga terkait untuk pemberian vaksin MR digelar oleh Dinas Kesehatan Kalteng, Jumat (7/12/2018) malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Upaya Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah untuk memberikan vaksin Maeses Rubela (MR) kepada anak-anak di Kalimantan Tengah belum bisa optimal dilakukan, lantaran belum semua orangtua mengizinkan anaknya diberikan imunisasi tersebut.

Imunisasi merupakan upaya preventif yang merupakan salah satu prioritas Kementrian Kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Indikator pencapaian pelaksanaan kegiatan imunisasi adalah cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada bayi dan persentase kabupaten dan kota yang minimal 80% dari kabupaten kota, sasaran bayinya mendapat IDL tahun 2018 yaitu 85%.

Satu diantara lima strategi adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan dua dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi (>95%) dan merata.

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020, Kalteng salah satu provinsi yang juga menerapkannya.

Dinkes Kapuas Tetapkan Status KLB Campak dan Rubella, Sepekan 17 Warga Terinfeksi

Marc Marquez Cedera Bahu, Dokter Tak Janji Sembuh 100 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Samsul, mengatakan, di Kalteng hingga Bulan November 2018 Kalimantan Tengah terdapat 536 kasus campak klinis, sedangkan cakupan imunisasi campak yaitu masih 68,5 %. Dengan sasaran bayi tahun 2018 yaitu 53.774 bayi.

Diperlukan kampanye pemberian imunisasi MR pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun yang dengan cakupan tinggi (minimal 95%) dan merata diharapkan membentuk imunisasi kelompok (herd immunity) agar dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

Sedangkan jumlah sasaran MR berdasarkan data pusdatintahun 2018 yaitu 691.363 anak, jumlah vaksin 86.420 vial vaksin MR 10 dosis.

"Telah dilaksanakan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) pada bulan Agustus – September 2018 yang diperpanjang sampai 31 Oktober 2018 namun hasil yang didapat masih dibawah target yang ditetapkan ≥ 95%.Namun, belum cukup untuk melindungi seluruh masyarakat dari bahaya penyakit Campak, penyakit Rubella dan Cacat Bawaan Akibat Penyakit Rubella atau Rubella Syndrom Kongenital (CRS)," ujarnya.

Kegiatan Imunisasi Measles Rubella (MR) tetap dilaksanakan sampai pada tanggal 31 Desember 2018, yang dilaksanakan bagi Kabupaten/Kota dan Puskesmas yang belum mencapai target yaitu mencapai 95%.

"Untuk cakupan imunisasi MR Kalimantan Tengah masih sebesar 82,7%. Ada dua kabupaten yang belum bisa mencapai target sebanyak 95 persen tersebut yakni, Palangkaraya dan Seruyan paling rendah belum mencapai 95 persen," ujarnya.

Dia mengatakan, menggandeng MUI Kabupaten dan Kota serta Pusat untuk membantu dalam mensosialisasikan program imunisasi tersebut agar bisa berjalan sesuai dengan yang telah ditargetkan.

"Kami dibantu MUI untuk mensosialisasikannya lagi," ujarnya.

www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved