Kabar Seruyan

Orangutan Dibantai dan Bangkainya Ditemukan di PBS Sawit Seruyan, Ternyata Orang Ini Pelakunya

Ketika itu, primata dilindungi ini tewas dengan luka bekas tembakan senapan angin dan sabetan senjata tajam.

Orangutan Dibantai dan Bangkainya Ditemukan di PBS Sawit Seruyan, Ternyata Orang Ini Pelakunya
BBC
Ilustrasi - Orangutan termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah. 

TRIBUNKALTENG.COM, SERUYAN - Jajaran Polres Seruyan akhirnya berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan orangutan dewasa di lokasi Perusahaan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, Desa Tanjung Hanauyang , Kabupaten Seruyan.

Ketika itu, primata dilindungi ini tewas dengan luka bekas tembakan senapan angin dan sabetan senjata tajam.

Kasus temuan bangkai orangutan ini pertamaka kali disampaikan  Tim Rescue BKSDA Kalteng, BPPHLHK Wilayah Kalimantan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan Orangutan Foundation International (OFI), Minggu (1/7/2018).

Setelah kabar penemuan orangutan heboh, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko, langsung memerintahkan, Kapolres Seruyan dan Jajarannya dideadline dua minggu sudah harus mampu mengungkap kasus tersebut, namun kasunya baru di ekspos kapolda, Kamis (16/8/2018).

Baca: Arab Saudi Lumpuhkan Pria Berompi Bom Setelah Baku Tembak

Baca: Gaji PNS Bakal Naik, Begini Penjelasan Menkeu

Baca: The Sacred Riana Dijadwalkan Kembali Tampil Secara Live di Americas Got Talent

Pihak penyidik polres setempat telah menetapkan satu orang tersangka, berinisial W, warga Desa Tanjung Hanau Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan, sebagai pelaku pembunuh Baen -- nama orangutan jantan yang bangkainya ditemukan beberapa waktu lalu.l di semak-semak perusahaan tersebut.

Kapolda Kalteng Irjen Anang Revandoko, di TKP di Blok Q45, Elang Estate 3, Kebun 5, Afdeling 19, PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, Desa Tanjung Hanau , Kabupaten Seruyan, mengatakan, pengungkapan kasus ini cukup sulit sehingga memang diperlukan waktu cukup lama.

"Minimnya keterangan saksi, kemudian diperparah lokasi tempat kejadian perkara yang sudah rusak sebelum tim kepolisian datang untuk melakukan olah TKP memang agak susah, namun berkat kegigihan dan upaya keras akhirnya pelakunya terungkap.

“Kendala lainnya yang dihadapi penyidik, tersangka tidak koperatif saat diperiksa. Bahkan kami sampai melakukan pemeriksaan meminta bantuan ahli untuk memeriksa kebohongannya saat memberikan keterangan,” kata Kapolda Kalteng didampingi Dir Krimsus Kombes Adex Yudiswan, Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora dan Kasubdit Tipiter AKBP Tri Saksono, Kamis (16/8/2018), kemarin di Seruyan.

Dijelaskan Irjen Anang Revandoko, keyakinan tim penyidik bahwa W adalah pelaku didasari pada sejumlah bukti.

Antara lain hasil uji balistik senjata api rakitan yang disita polisi, proyektilnya sama persis dengan yang ditemukan di tubuh Baen.

Bukti lainnya yaitu perahu milik tersangka yang disita Polisi, dimana di dalamnya terdapat peluru senapan angin dan peluru senjata api rakitan yang sama persis dengan yang bersarang di tubuh Baen.

"Diharapkan ini kejadian yang terakhir agar orangutan tetap lestari di hutan Kalteng,"ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved