Marhaban ya Ramadan

Mana Lebih Utama Bagi Orang yang Junub, Mandi Atau Makan Sahur?

Sementara jika hendak berpuasa umat Islam diwajibkan dalam keadaan suci dari hadas atau kotoran akibat dua hal ini.

Mana Lebih Utama Bagi Orang yang Junub, Mandi Atau Makan Sahur?

TRIBUNKALTENG.COM - Permasalahan ini mungkin kerap terjadi pada sebagian umat Islam saat berpuasa, yaitu berjunub seperti mimpi basah atau bahkan bagi perempuan baru selesai haid namun belum sempat mandi janabah ketika hendak bersahur.

Sementara jika hendak berpuasa umat Islam diwajibkan dalam keadaan suci dari hadas atau kotoran akibat dua hal ini.

Oleh sebab itu, bagi yang mengalami hal ini wajib membersihkan diri dulu dengan cara mandi janabah.

Baca: Berbahaya Tidur Setelah Sahur, Penyakit Mematikan Ini Bakal Mengintai

Baca: Misteri Penembakan di Guntung Manggis, Ini Perintah Kapolda

Baca: Menghina Ustaz Abdul Somad di Medsos, Pemilik Akun Ini Bilang Menyesal

Bagaimanakah Islam memandang ini dan apa yang harus dilakukan?

Apakah boleh makan sahur dulu baru kemudian mandi janabah atau sebaliknya?

Dalam sebuah tanya jawab di situs Nahdlatul Ulama, nu.or.id pada 18 Mei 2018, dijelaskan pada dasarnya tidak ada larangan bagi orang yang junub untuk menikmati santap sahur.

Sebab hal tersebut bukan tergolong aktivitas yang dilarang bagi orang junub sehingga tidak ada keharusan mana yang lebih didahulukan antara mandi junub terlebih dahulu atau langsung makan sahur.

Aktivitas yang dilarang bagi orang junub sendiri, disampaikan oleh Syekh Al-Qadli Abu Syuja’ dalam Matn al-Taqrib sebagai berikut:

“Haram bagi orang jubub lima hal: shalat, membaca Al-Qur’an, memegang dan membawa mushaf, thawaf, serta berdiam diri di masjid.” (al-Qadli Abu Syuja’, Matn al-Taqrib, Semarang, Toha Putera, tanpa tahun, halaman 11).”

Hanya saja, bila melihat dari pertimbangan keutamaan, dianjurkan bagi orang junub untuk mandi janabah terlebih dahulu sebelum ia makan sahur.

Sebab, bagaimanapun juga kondisi janabah adalah kondisi yang kurang baik, terlebih untuk menjalankan aktivitas yang bernuansa ibadah seperti makan sahur.

Apabila terpaksa tidak sempat mandi janabah, misalkan karena waktu mepet, maka sebaiknya terlebih dahulu membasuh kemaluan dan berwudu sebelum bersantap sahur.

Sebab, melakukan aktivitas makan dan minum bagi orang junub adalah makruh sebelum ia berwudu dan membasuh kemaluannya.

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan:

“Dimakruhkan bagi junub, makan, minum, tidur dan bersetubuh sebelum membasuh kemaluan dan berwudhu. Karena ada hadits shahih yang memerintahkan hal demikian dalam permasalahan bersetubuh, dan karena mengikuti sunah Nabi dalam persoalan lainnya, kecuali masalah minum, maka dianalogikan dengan makan.” (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Minhaj al-Qawim, Hamisy Hasyiyah al-Turmusi, Jeddah, Dar al-Minhaj, 2011, juz 2, halaman 71).”

(banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Tags
sahur
puasa
Penulis: Yayu
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help