Kabar Kalimantan

Satgas Saber Pungli OTT Kepala Unit Pasar, Temukan Plastik Berisi Uang Rp 10 Juta

OTT itu sendiri dilakukan setelah polisi menerima informasi terkait dugaan pungli, yang telah meresahkan pedagang

Satgas Saber Pungli OTT Kepala Unit Pasar, Temukan Plastik Berisi Uang Rp 10 Juta
IST_HUMAS POLRESTA SAMARINDA
OTT di Kantor Unit Pasar Merdeka Samarinda 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Satgas Saber Pungli bersama Tim Satreskrim Polrestas Samarinda kembali beraksi. Kali ini Kepala Unit Pasar Merdeka Samarinda, Arif Rahman Hakim (40) jadi sasaran operasi tangkap tangan (OTT). Dia diamankan karena kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang.

Operasi tangkap tangan dilakukan pada Rabu (18/4) siang sekitar pukul 12.00 Wita di ruangan Kepala Unit Pasar Merdeka, Jl Merdeka, Samarinda. Saat melakukan OTT, Arif Rahman Hakim dibuat terkejut dengan kedatangan personel dari Satreskrim Polresta Samarinda yang tiba-tiba masuk ruangannya.

Sebelum melakukan penangkapan, terlebih dahulu petugas mendapati seorang pedagang yang masuk ruangan Kepala Pasar Merdeka membawa bungkusan plastik yang diduga berisi uang.

Baca: Beredar Kabar Bupati Bandung Barat Ditangkap KPK, Pendukungnya Bilang Manuver Lawan Politik

Baca: Tim Saber Pungli OTT Kades dan Sekdes di Batola, Ini Barang Buktinya

Baca: PPATK Bingung Rekening First Travel Awalnya Rp 7 Miliar, Setelah Disita Kok Tinggal RP 1,3 Juta?

Benar saja, saat petugas masuk dan melakukan penggeledahan, petugas mendapati uang tunai Rp 10 juta dalam bungkusan plastik diduga hasil pungli.

"Kita lakukan OTT di Pasar Merdeka dan mengamankan kepala unit pasarnya. Kita telah melakukan pemantauan dan penyelidikan kurang lebih dua minggu hingga sebulan," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, Rabu (18/4).

OTT itu sendiri dilakukan setelah polisi menerima informasi terkait dugaan pungli, yang telah meresahkan pedagang di Pasar Merdeka. Jumlah uang yang diminta kepada pedagang bervariasi, mulai Rp 2 juta hingga Rp 12 juta dengan dalih uang tersebut untuk menebus lapak dagangan.

Padahal, seharusnya pedagang hanya membayar retribusi Rp 3 ribu per harinya, dan pedagang sudah dapat mendapatkan Surat Keterangan Tempat Untuk Berdagang (SKTUB).

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved