Kabar Palangkaraya

Karyawan Perusahaan Konsultan Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Toni mengungkapkan, malam sebelum paginya Ruslan ditemukan tewas di kasur tempat tidurnya tersebut,

Karyawan Perusahaan Konsultan Ditemukan Tewas di Kamar Kos
tribunkalteng.com/faturahman
Kelurga dan teman-teman almarhum Ruslan saat di ruang tunggu kamar mayat RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus tewasnya seorang karyawan Perusahaan Jasa Konsultan PT Phibetha Kalam Wijaya bernama Ruslan (52) yang bertugas melakukan kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalteng, Rabu (7/3/2018) kuat dugaan memang karena sakit.

Korban yang sudah setahun ini bekerja sebagai koordinator karyawan pada perusahaan konsultan tersebut memang duga meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.

Keterangan Toni, rekan kerja yang pertama kali menemukan jenazah korban saat tergeletak kaku di atas kasur tempat tidur kamar kosnya di Jalan George Obos Palangkaraya, mengaku tidak menduga rekan kerjanya tersebut meninggal dunia.

Baca: Gedung Putih Suram dan Makin Tidak Menyenangkan, Gara-gara Ancaman Trump Ini

Toni mengungkapkan, malam sebelum paginya Ruslan ditemukan tewas di kasur tempat tidurnya tersebut, sempat mengeluhkan sesajk nafas saat bertemu dengannya saat kumpul di kantor tempat kerjanya.

Menurut Toni, malam sebelum korban ditemukan tewas dikasur, tempat tidurnya di kos, Ruslan memang sempat mengeluhkan sakit dibagian perut, dan mengeluhkan sesak nafas.

"Saya kira dia hanya sakit biasa saja,makanya malam itu kami menanggapinya biasa-biasa saja, ketika dia mengeluhkan sakit perut dan sesak nafas.

Sementara itu, anak dan mantan istri korban tampak hadir saat korban berada dikamar jenazah, demikian juga dengan teman-teman kerja korban juga banyak berdatangan menjenguk di lokasi tersebut.

Baca: Mengharukan! Resmi Jadi Polisi, Anak Pemecah Batu Menangis Cium Kaki Ayah

Namun, setelah dilakukan penelitian berupa visum oleh pihak tim forensik RS Doris Sylvanus Palangkaraya dan memang, tidak ditemukan adanya luka atau lebam bekas kekerasan.

"Korban meninggal dunia diakibatkan sakit yang dideritanya, tim ahli forensik tidak ada memukan tanda kekerasan dalam tubuh, sehingga kami simpulkan korban tewas akibat sakit," ujar Kapolres Palangkaraya,AKBP Timbul RK Siregar.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help