Home »

News

» Sains

Sains

Badai Raksasa Jupiter Akan Mati Setelah Bertahan 400 Tahun

Sebagian ilmuwan meyakini badai tersebut terjadi sekitar tahun 1600-an, meskipun sebagian ilmuwan meragukannya.

Badai Raksasa Jupiter Akan Mati Setelah Bertahan 400 Tahun
http://sains.kompas.com/
Titik Merah Besar Jupiter. 

TRIBUNKALTENG.COM - Wahana ruang angkasa Juno berhasil masuk ke orbit planet Jupiter dan memotret bintik merah raksasa di planet itu.

Berdasarkan pengamatan wahana milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu, ukuran bintik raksasa itu ternyata mengecil.

Foto tersebut diambil pada Juli 2017 dan merupakan gambar paling dekat dan detail yang pernah terekam hingga saat ini.

Baca: 15 Makhluk Aneh Bikin Bingung Sekaligus Takjub, Dari Planet Lain?

Bintik merah raksasa di Jupiter merupakan badai yang ukurannya tiga kali lebih besar dari ukuran Bumi.

Sebagian ilmuwan meyakini badai tersebut terjadi sekitar tahun 1600-an, meskipun sebagian ilmuwan meragukannya.

Badai John adalah badai terbesar yang pernah ada di Bumi dan hanya berlangsung 31 hari, bandingkan dengan badai di Jupiter yang terjadi kurang lebih selama 400 tahun.

Glenn Orton menjelaskakan alasannya bahwa adanya dua aliran gas yang berlawanan arah membuat badai di Jupiter menjadi stabil dan lama.

Baca: Badai Matahari Menuju Bumi, Ini Dampaknya

"Sesungguhnya tidak semua badai berlangsung lama. Bintik merah raksasa itu seperti roda pemintal yang berputar terus dan terbentuk antara dua sabuk berjalan yang bergerak berlawanan arah sehingga membuat GRS stabil dan berumur panjang," kata Orton yang juga menjadi pemimpin misi Juno kepada Business Insider, Minggu (18/2/2018)

Halaman
12
Tags
sains
badai
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help