TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Satu Tewas, 6 ABK Hilang, Ini Kisah Kejadian Aneh Seputar Karamnya KM Makmur Rejeki

Keanehan itu, lanjut Muis, nelayan sebelum dia pernah melihat mahluk laut berupa gurita raksasa.

Satu Tewas, 6 ABK Hilang, Ini Kisah Kejadian Aneh Seputar Karamnya KM Makmur Rejeki
Istimewa
Bangkai kapal KM Makmur Rejeki yang karam di perairan Masalima. 

TRIBUNKALTENG.COM, KOTABARU - Terbaliknya KM Makmur Rejeki, kapal porseine asal Pati, Jawa Tengah yang menewaskan satu orang dan enam anak buah kapal (ABK) lainnya hilang terjadi di perairan Masalima--perbatasan Sulawesi Barat-Kotabaru masih menyisakan misteri.

Hingga berita ini kembali dilansir, penyebab karamnya kapal penangkap ikan belum diketahui secara pasti karena saat kejadian kondisi cuaca aman, tidak terjadi angin kencang dan gelombang.

Baca: Sang Bunda Tak Restui Pernikahan Sandy Tumiwa Gara-gara Foto Pacarnya Terpampang di Katalog Alexis

Paling mengherankan lagi, bahkan di luar nalar, karena hanya hitungan detik kapal terbalik ke sebelah kiri. Padahal saat awak kapal menarik jaring, posisi lambung kapal miring ke kanan.

Selain itu, ABK kapal juga mengaku, ketika jaring ditarik tidak menyangkut atau hal lain yang bisa mengakibatkan dorongan ke sebelah kiri.

Keanehan ini diakui Koordinator Pos SAR Kotabaru Teguh Prasetyo. "Saya bingung juga. Ketika saya tanya ke para ABK, saat kejadian tidak ada angin kencang. Perairan tenang, arus air stabil dan jaring juga tidak menyangkut," ujar Teguh, Rabu (15/11/2017).

Baca: VIDEO: Bangunan Rumah Sisa Puing, Tapi Alquran Ini Ditemukan Masih Utuh

"Ya logikanya kalau jaring menyangkut dan ditarik akan mengakibatkan tekanan ke kiri. Tapi jaring tidak menyangkut. Dan, kata ABK lagi saat itu jaring bagian atas sudah habis ditarik. Jadi bingung juga," katanya.

Disinggung apakah penyebab karamnya KM Makmur Rejeki ada hal bersangkutan dengan hal-hal mistis, Teguh tidak bisa memastikan.

c
Proses Evakuasi Penumpang KM Sumber Rezeki ()

Sementara informasi dari beberapa nelayan, Daus misalnya. Nelayan penges atau pembeli ikan di laut ini, mengatakan selama sembilan tahun menggeluti pekerjaan itu pernah tiga kali ke perairan Masalima.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help