Berita Kalteng

Gas LPG 3 Kg Tembus Rp 40 Ribu di Pengecer, Pemprov Kalteng Duga Permainan Oknum

Sahli Gubernur, Yuas Elko menilai, lonjakan harga tersebut bukan terjadi di jalur resmi, namun akibat praktik penjualan berantai oleh oknum tertentu.

TRIBUNKALTENG.COM/HERMAN ANTONI SAPUTRA
GAS LPG - Hasil pemantauan harga pangan di Palangka Raya menunjukkan bahwa LPG 3 kg dijual hingga Rp 40 ribu per tabung pada tingkat pengecer, Selasa (9/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  1. Hasil pemantauan harga pangan di Palangka Raya menunjukkan bahwa LPG 3 kg dijual hingga Rp 40 ribu per tabung pada tingkat pengecer.
  2. Sahli Gubernur, Yuas Elko menilai, lonjakan harga tersebut bukan terjadi di jalur resmi, melainkan akibat praktik penjualan berantai oleh oknum tertentu.
  3. Polri telah turun melakukan pengawasan terhadap pangkalan maupun agen untuk mencegah pelanggaran distribusi.

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Harga LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Kalteng kembali dikeluhkan warga setelah mengalami kenaikan signifikan dan bahkan sempat sulit ditemukan dalam beberapa hari terakhir.

Hasil pemantauan harga pangan di Palangka Raya menunjukkan bahwa LPG 3 kg dijual hingga Rp 40 ribu per tabung pada tingkat pengecer.

Padahal, harga resmi di pangkalan masih berada di kisaran Rp22 ribu.

Baca juga: 50 Persen Reklame di Palangka Raya Belum Berizin, PAD Terancam Tak Maksimal

Baca juga: Bulog Pastikan Kalteng Tak Krisis Beras, Stok 15.135 Ton Cukup Untuk Enam Bulan

Baca juga: Bantuan 54 Unit Perahu Bermesin Untuk Nelayan, Bupati Lamandau: Dilarang Diperjualbelikan

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kalteng, Yuas Elko menilai, lonjakan harga tersebut bukan terjadi di jalur resmi, melainkan akibat praktik penjualan berantai oleh oknum tertentu.

“Harga di pangkalan itu standar, Rp 22 ribu. Tapi di pengecer bisa sampai Rp 40 ribu, itu aneh. Kemungkinan ada pihak atau oknum tertentu yang menjual secara berantai,” ujarnya.

Menurut Yuas, kondisi ini diperburuk menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ketika permintaan LPG cenderung meningkat. 

Ia memastikan Polri telah turun melakukan pengawasan terhadap pangkalan maupun agen untuk mencegah pelanggaran distribusi.

“Pengawasan sudah dilakukan oleh Polri. Pangkalan dan agen sudah dipantau. Kita lihat langkah antisipasi berikutnya,” katanya.

Pemprov juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membeli LPG dari pengecer yang menjual jauh di atas harga wajar dan tetap mengandalkan pangkalan resmi.

Di sisi lain, Yuas Elko turut menyinggung pentingnya kesiapan sektor pertanian menghadapi cuaca ekstrem.

Ia menekankan perlunya koordinasi antara BMKG dan Dinas Pertanian untuk menentukan pola tanam yang tepat.

“BMKG harus memahami jadwal tanaman yang cocok untuk musim hujan atau pancaroba. Dinas Pertanian perlu menentukan komoditas yang sesuai musim,” terangnya.

Yuas Elko berharap penyesuaian ini dapat mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap produksi pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved