Berita Palangka Raya

Cek Data RSUD Doris Sylvanus di Palangka Raya Kalteng Soal Jumlah Pasien Kanker Payudara Kemoterapi

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul ungkap data RSUD Doris Sylvanus soal pelayanan jenis kanker.

TRIBUNKALTENG.COM/ MUHAMMAD IQBAL ZULKARNAIN
CEK KESEHATAN GRATIS - Petugas Dinas Kesehatan berpose di stan layanan cek kesehatan gratis yang digelar di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (19/10/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYAKepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul kepada Tribunkalteng.com, Minggu (19/10/2025) mengatakan kunci utama penanganan kanker tentunya deteksi dini.

“Dari data di RSUD Doris Sylvanus, rata-rata terdapat 10–15 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi setiap bulan, belum termasuk jenis kanker lainnya,” terangnya.

Baca juga: Pesan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Layanan Cek Kesehatan Gratis di Bundaran Besar Hari ini

Saat ini, layanan kemoterapi sudah bisa dilakukan di Palangka Raya, dan dalam waktu dekat fasilitas radiasi juga akan tersedia setelah kedatangan dokter spesialisnya.

“Kemoterapi sudah bisa dilakukan di Palangka Raya, dan dalam waktu dekat layanan radiasi juga akan tersedia,” tuturnya.

“Jika ditemukan benjolan dan terdeteksi dini, maka operasi bisa dilakukan lebih cepat dan tingkat kesembuhannya tinggi. Sebaliknya, kalau baru diketahui di stadium 3 atau 4, tentu penanganannya lebih sulit,” tutup Suyuti.

Nah, upaya mendeteksi penyakit secara dini menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga kanker.

Melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah terus berupaya memperluas kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Kegiatan cek kesehatan gratis ini merupakan kegiatan rutin dari Dinas Kesehatan,” ujarnya kepada TribunKalteng.com, Minggu (19/10/2025).

Ia menjelaskan, tahun ini target nasional pemeriksaan kesehatan di Kalimantan Tengah adalah 36 persen dari total penduduk.

“Sampai saat ini kita sudah mencapai sekitar 21 persen. Bahkan, beberapa kabupaten sudah di atas 50 persen,” tambahnya.

Menurut Suyuti, upaya memperluas cakupan pemeriksaan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pelibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Di Kota Palangka Raya, kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Jadi setiap ada event kemasyarakatan, kami berusaha ikut serta agar cakupannya semakin luas,” katanya.

Selain melalui kegiatan umum, Dinas Kesehatan juga menyasar sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintah agar kebiasaan memeriksakan diri menjadi bagian dari rutinitas masyarakat.

Ia mengungkapkan, tujuan utama dari pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk menentukan arah kebijakan kesehatan daerah.

“Sasarannya adalah memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan karena setiap orang seharusnya memeriksakan diri minimal sekali dalam setahun. Data hasil pemeriksaan ini digunakan untuk memetakan jenis intervensi program kesehatan,” jelasnya.

Misalnya, jika dari hasil pemeriksaan banyak ditemukan masalah gigi, maka intervensi program akan difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan gigi.

“Saat ini, penyakit yang paling banyak ditemukan memang masalah gigi dan gula darah tinggi,” ungkapnya.

(Tribunkalteng.com/Iqbal)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved