Berita Kotim Kalteng

Pertamina Bungkam Soal Dugaan Pelangsiran BBM di Sampit, Arahkan Konfirmasi ke DPRD

Pertamina Patra Niaga Sampit justru memilih tidak memberikan komentar, dimintai tanggapan terkait dugaan praktik pelangsiran disorot di Kotim

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
ANTREAN BBM - Pakaian antrian yang terjadi di SPBU yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Sampit, Senin (20/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Perwakilan Pertamina Patra Niaga Sampit justru memilih tidak memberikan komentar, saat dimintai tanggapan terkait dugaan praktik pelangsiran ramai diperbincangkan masyarakat.
  • Hal itu saat rapat bersama dengan pihak DPRD Kotim di Komisi II.
  • Isu antrean panjang dan dugaan pelangsiran bahan bakar minyak (BBM), di sejumlah SPBU di Sampit, menjadi sorotan dan keluhan di masyarakat luas.

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Isu antrean panjang dan dugaan pelangsiran Bahan bakar Minyak (BBM), di sejumlah SPBU di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum mendapat penjelasan resmi dari pihak Pertamina.

Dalam pembahasan bersama Komisi II DPRD Kotim pada Senin (20/4/2026), perwakilan Pertamina Patra Niaga Sampit justru memilih tidak memberikan komentar, saat dimintai tanggapan terkait dugaan praktik pelangsiran ramai diperbincangkan masyarakat.

“Belum (berkomentar) ya, tanya dengan ketua (Komisi II) saja,” ujar perwakilan Pertamina singkat kepada awak media.

Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah meningkatnya keresahan masyarakat. 

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan video antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, seperti di kawasan Telaga Baru dan Jalan Kapten Mulyono.

Dalam video yang beredar, muncul narasi dugaan adanya oknum pelangsir yang membeli BBM dalam jumlah besar, sehingga memicu kelangkaan solar dan Dexlite di tingkat konsumen.

Meski demikian, Pertamina tidak memberikan klarifikasi ataupun bantahan atas isu tersebut. 

Pihaknya juga mengarahkan awak media untuk meminta penjelasan lebih lanjut kepada Ketua Komisi II DPRD Kotim.

“Tanya dengan ketua saja,” ulangnya singkat.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamina Sebut Imbas Konflik Global, Stok Masih Aman di Palangka Raya

Baca juga: Antrean Mengular di SPBU Sampit Kotim, Sopir Truk Keluhkan Solar Langka dan Dugaan Aksi Pelangsir

Minimnya keterangan dari pihak Pertamina membuat publik belum mendapatkan kepastian terkait penyebab antrean panjang yang terjadi, maupun langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan distribusi BBM di wilayah tersebut.

Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan antrean panjang masih terjadi dan berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama para sopir angkutan yang bergantung pada ketersediaan BBM jenis solar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak Pertamina terkait dugaan pelangsiran maupun upaya penanganan antrean di SPBU Sampit.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved