Berita Kalteng

Jadwal Sensus Ekonomi 2026, BPS Kalteng Ingatkan Agar Siapkan Kartu Keluarga

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah akan memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026

Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain
MENGINFORMASIKAN - Statistisi Ahli Pertama BPS Kalimantan Tengah, Dwi Indri Arieska saat menjelaskan terkait Sensus Ekonomi 2026, Palangka Raya, Kamis (9/4/2026). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah akan memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan pendataan langsung ke seluruh bangunan, rumah tangga, dan unit usaha.

Statistisi Ahli Pertama BPS Kalimantan Tengah, Dwi Indri Arieska mengatakan, sensus ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian, termasuk jenis usaha yang berkembang, struktur usaha, serta aktivitas ekonomi yang menjadi dominan di daerah.

Baca juga: Cuaca di Kalteng Kini Kekeringan Dirasakan di Kotim dan Kobar, BMKG Berikan Penjelasan

Menurutnya, hasil pendataan akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, sekaligus menjadi sumber data bagi sektor swasta dan masyarakat luas.

“Isi perekonomian, kemudian untuk perekonomiannya bagaimana, terus usaha yang banyak kemungkinan itu apa, nanti pemerintah bisa bikin kebijakan berdasarkan hasil sensus itu,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, hasil sensus juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, termasuk oleh mahasiswa yang membutuhkan data ekonomi hingga tingkat kabupaten dan kota.

Selain memotret jumlah usaha besar maupun UMKM, sensus ekonomi 2026 juga akan mencatat perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

“Berapa banyak usaha yang memanfaatkan internet untuk usahanya, kemudian bagaimana packaging-nya, apakah sudah memperhatikan lingkungan atau masih pakai plastik, jadi kita bisa tahu,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, BPS menggunakan tiga pendekatan pendataan, yaitu usaha, keluarga, dan bangunan, sehingga seluruh rumah tetap akan didatangi petugas meskipun tidak memiliki usaha.

“Jadi meskipun kita tidak punya usaha, rumah kita pasti akan didatangi oleh petugas sensus,” jelasnya.

Indri menambahkan, masyarakat diminta membuka pintu rumah saat petugas datang dan memberikan data sesuai kondisi sebenarnya.

Ia juga mengingatkan agar warga menyiapkan Kartu Keluarga (KK) karena petugas akan menanyakan nomor KK dan NIK anggota keluarga saat pendataan berlangsung.

“Ketika petugas sensus datang, dimohon membuka pintu rumah kemudian memberikan data yang sebenar-benarnya. Karena nanti akan ditanyakan nomor KK dan nomor NIK anggota keluarganya,” pungkasnya.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan pelaksanaan kelima di Indonesia setelah sebelumnya dilakukan pada 1986, 1996, 2006, dan 2016, yang rutin digelar setiap 10 tahun sekali pada tahun berakhiran angka 6. 

(*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved