Berita Kalteng
Kerap Terjadi Laka Lantas Terjun ke Rawa, Simpang Jalan G Obos Ujung Jadi Titik Rawan
Sejumlah pengendara, baik sepeda motor maupun mobil, dilaporkan kerap terperosok ke rawa Jalan G Obos Ujung.
Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan lalu lintas di simpang Jalan G Obos Ujung–Mahir Mahar menjadi perhatian serius pemerintah.
- Sejumlah barrier plastik berwarna oranye dipasang berjejer menutup akses lanjutan Jalan G Obos Ujung.
- Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kalteng, Andreas Palem Santosa mengatakan, pemasangan pengamanan tersebut merupakan respons atas beberapa kejadian kecelakaan yang terjadi di kawasan tersebut.
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di simpang Jalan G Obos Ujung–Mahir Mahar menjadi perhatian serius.
Sejumlah pengendara, baik sepeda motor maupun mobil, dilaporkan kerap terperosok ke rawa di seberang jalan.
Pantauan TribunKalteng.com pada Senin (12/1/2026) sore, terlihat sejumlah barrier plastik berwarna oranye dipasang berjejer menutup akses lanjutan Jalan G Obos Ujung.
Baca juga: Pemprov Kalteng Surati Mendagri Soal Penetapan Wilayah Administratif Desa Dambung
Baca juga: Penyidik Temukan Dugaan Kelalaian, Tandatangan Sekretaris KPU Lain pada RAB saat Geledah DPRD Kotim
Baca juga: Juventus Akan Bertemu Agen Pemain Liverpool, Federico Chiesa Pindah ke Turin
Selain itu, pita pengaman berwarna kuning juga membentang di sepanjang area tersebut sebagai penanda batas jalan.
Di sisi depan, guardrail besi tampak terpasang untuk mencegah kendaraan melaju ke area yang belum tersambung.
Sejumlah pengendara roda dua terlihat memperlambat laju kendaraan saat melintas di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kalteng, Andreas Palem Santosa mengatakan, pemasangan pengamanan tersebut merupakan respons atas beberapa kejadian kecelakaan yang terjadi di kawasan tersebut.
“Ini sebagai respon terjadinya beberapa laka di lokasi tersebut,” ujar Andreas saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, sebelumnya Dishub Kalteng telah memasang rambu lalu lintas, marka jalan, hingga pita penggaduh.
Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup efektif karena kecelakaan masih terus terjadi.
“Ya, sebenarnya rambu, marka, dan pita penggaduh sudah dipasang, namun masih terjadi kecelakaan,” katanya.
Andreas menjelaskan, pemasangan guardrail besi dan pita pengaman bertujuan untuk memberikan penegasan visual kepada pengguna jalan bahwa ruas Jalan G Obos Ujung tidak tersambung dan berpotensi membahayakan jika dilalui tanpa kewaspadaan.
“Ini untuk menambah supaya pengendara tahu, di depan sudah tidak ada lanjutan Jalan G Obos,” jelasnya.
Dishub Kalteng memastikan, pemasangan pengamanan ini akan terus dievaluasi ke depannya.
Evaluasi tersebut akan dilakukan melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat provinsi untuk menentukan langkah lanjutan yang lebih permanen.
“Nanti kita evaluasi lagi melalui forum LLAJ Provinsi,” pungkasnya.
Jalan G Obos Ujung
laka lantas
Dishub Kalteng
Andreas Palem Santosa
Jalan Mahir Mahar
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
| Tekan Over Kapasitas Lapas, Kalteng Mulai Terapkan Pidana Kerja Sosial Jadi Alternatif |
|
|---|
| Relawan di Palangka Raya Jadi Korban Laporan Palsu, Modus Pinjol Tagih Utang |
|
|---|
| HMI Kalteng Pertanyakan Rencana Stafsus Gubernur dan Tagih Janji Kartu Huma Betang |
|
|---|
| Tips Memilih Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, Cek Kondisi Fisik dan Kesehatan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026: Penjualan Hewan Kurban di Palangka Raya Naik, Cek Harga Sapi Limosin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Jalan-G-Obos-Ujung-12-Januari-2026.jpg)