Harga Emas Hari ini

Harga Emas Hari Ini 6 Juni 2026 di Palangka Raya, Galeri24 Termurah Dibanding Antam-UBS

Harga emas Galeri24 menjadi yang paling rendah jika dibandingkan harga Antam dan UBS.

Tayang:
Tribunkalteng.com/Arai Nisari
TRANSAKSI - Aktivitas jual beli emas perhiasan di Komplek Pasar Baru Palangka Raya, Sabtu (22/11/2025) lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM - Update harga emas hari ini, Emas Antam turun Rp 33.000 untuk berat 1 gram, pada Sabtu 6 Juni 2026.

Harga emas Antam 1 gram kemarin berada pada Rp 2.881.000, namun kini turun menjadi Rp 2.848.000.

Sementara itu, harga emas Galeri24 dengan berat 1 gram Rp 2.773.000 dan emas UBS Rp 2.836.000.

Baca juga: Prediksi Harga Emas Besok 6 Juni 2026, Cek Antam, Galeri24 dan UBS

Harga emas Galeri24 menjadi yang paling rendah jika dibandingkan harga Antam dan UBS.

Terjadi penurunan harga emas untuk Antam, Galeri24 dan UBS dibandingkan kemarin.

Emas menjadi salah satu sarana investasi, yang mana di tengah situasi ekonomi global yang sedang bergejolak.

Namun, emas menjadi salah satu alat menabung dan investasi paling stabil, namun harganya fluktuatif.

Cek Harga Emas Antam, Emas Galeri24 dan Emas UBS besok Sabtu, 6 Juni 2026:

Antam

0,5 gram : Rp 1.476.000        

1 gram : Rp 2.848.000

2 gram : Rp 5.633.000

3 gram : Rp 8.423.000

5 gram : Rp 14.004.000        

10 gram : Rp 27.950.000        

25 gram : Rp 69.745.000        

50 gram : Rp 139.407.000

100 gram : Rp 278.733.000

250 gram : -

500 gram : -

1.000 gram : -

Galeri24

0,5 gram : Rp 1.431.000    

1 gram : Rp 2.729.000    

2 gram : Rp 5.391.000    

3 gram : -

5 gram : Rp 13.379.000    

10 gram : Rp 26.685.000        

25 gram : Rp 66.355.000        

50 gram : Rp 132.605.000

100 gram : Rp 265.078.000

250 gram : Rp 661.066.000

500 gram : Rp 1.322.132.000

1.000 gram : Rp 2.644.262.000

UBS

0,5 gram  : Rp 1.491.000

1 gram : Rp 2.759.000

2 gram : Rp 5.474.000

3 gram : -

5 gram : Rp 13.526.000

10 gram : Rp 26.911.000

25 gram : Rp 67.145.000

50 gram : Rp 134.014.000

100 gram : Rp 267.923.000

250 gram : Rp 669.609.000

500 gram : Rp 1.337.646.000

1.000 gram : -

Pedagang emas di Kota Palangka Raya

Salah satu pedagang emas dan perak di kawasan Pasar Baru Jalan Jawa, Dilla, mengatakan pengecekan keaslian emas kini semakin sering dilakukan masyarakat, terutama saat harga emas sedang bergejolak.

Menurut Dilla, masyarakat perlu lebih teliti dalam memastikan keaslian emas perhiasan sebelum membeli atau menjualnya.

Ia menyebut, cara paling aman adalah melakukan pengecekan langsung menggunakan alat uji yang tersedia di toko emas.

“Paling aman memang dicek pakai alat. Tapi dari awal juga bisa dilihat dari cap kadar di perhiasannya,” ujarnya.

Dilla menjelaskan, emas perhiasan umumnya memiliki tanda kadar tertentu, seperti 375, 700, atau 999, yang menjadi penunjuk kandungan emas di dalamnya.

Selain itu, emas asli bersifat nonmagnetik dan tidak akan tertarik saat didekatkan dengan magnet.

“Kalau emasnya tertarik magnet, biasanya bukan emas asli. Warna emas asli juga cenderung stabil, tidak mudah pudar meski sering dipakai,” jelasnya.

Ia menambahkan, emas perhiasan lama maupun emas patahan tetap dapat dicek keasliannya sebelum diputuskan untuk dijual atau ditukar.

“Kalau cuma mau cek juga bisa, enggak harus langsung jual. Biasanya potongan hanya di bagian mata atau sambungan saja kalau ada,” katanya.

Selain soal keaslian, Dilla juga membagikan tips untuk masyarakat yang membeli emas perhiasan untuk tujuan investasi. 

Menurutnya, emas perhiasan dengan kadar tinggi dinilai lebih aman karena nilai jualnya cenderung lebih stabil.

“Kalau untuk investasi, sebaiknya pilih emas perhiasan jenis 999. Saat dijual kembali, nilainya lebih terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, emas perhiasan dengan kadar lebih rendah umumnya memiliki potongan lebih besar saat dijual, sehingga kurang menguntungkan dibandingkan emas berkadar tinggi.

Di tengah fluktuasi harga emas, Dilla menambahkan, sebagian masyarakat kini mulai melirik perak sebagai alternatif perhiasan karena harganya lebih terjangkau.

“Kalau harga emas lagi naik atau tidak stabil, biasanya orang beralih ke perak,” katanya.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved