Kebakaran di Palangkaraya

Kisah Dramatis dan Haru Bu Aisyah Selamatkan Diri dari Kebakaran di Jalan Kalimantan Palangka Raya 

Di atas lantai papan seadanya, Bu Aisyah (60) duduk sambil menatap sisa puing rumahnya di Jalan Kalimantan Gang Mandau Ujung, Palangka Raya.

Tayang:
Penulis: Arai Nisari | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM/ARAI NISARI
KORBAN KEBAKARAN - Bu Aisyah (60) duduk di pintu rumah darurat berdinding terpal, di lokasi kebakaran Jalan Kalimantan Gang Mandau Ujung, Palangka Raya, Kamis (31/7/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Di atas lantai papan seadanya, Bu Aisyah (60) duduk sambil menatap sisa puing rumahnya di Jalan Kalimantan Gang Mandau Ujung, Palangka Raya, Kamis (31/7/2025).

Dinding terpal dan potongan seng bekas rumahnya kini menjadi pelindung darurat.

Atap seadanya dari terpal oranye dan biru menutupi bangunan kecil itu, yang kini menjadi tempat tinggal sementaranya.

Aisyah tak lagi bisa berjalan sejak setahun terakhir.

Baca juga: Kebakaran di Palangka Raya Kalteng Rumah dan Barak Jalan Kalimantan Gang Mandau Ludes Jadi Arang

Saat kebakaran terjadi Selasa (29/7/2025) dini hari, ia hanya bisa menyeret tubuhnya keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Jam dua malam, lagi tidur. Tiba‑tiba dengar orang teriak ‘api, api!’,” cerita Bu Aisyah kepada TribunKalteng.com, sambil menirukan teriakan warga.

Dalam kepanikan, ia mengesot seorang diri menuju gang di depan rumah.

Dua rumah yang berdampingan, milik Bu Aisyah dan anaknya, habis dilalap si jago merah.

“Alhamdulillah selamat, kalau barang ya ada yang nggak kebawa. Tapi yang penting nyawa selamat,” ucapnya sambil tersenyum tipis.

Bu Aisyah mengaku pernah mengalami kebakaran serupa pada 2017, tapi saat itu ia masih bisa berjalan.

“Kali ini beda. Saya cuma bisa mengesot sampai aman,” katanya.

Kini, Bu Aisyah dan keluarga bertahan di rumah darurat berdinding terpal dan sisa seng bekas rumahnya.

Di bawah bangunan panggung darurat itu, masih terlihat arang dan tiang kayu hangus yang mengingatkan pada kebakaran beberapa hari lalu.

Meski hidup di bangunan seadanya, Bu Aisyah tetap terlihat ramah dan sesekali tertawa kecil saat bercerita.

“Yang penting kami selamat, rezeki bisa dicari lagi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved