Berita Palangka Raya

Andina Narang Sebut Daerah Terpencil Banyak Blank Spot, Pemprov Targetkan Seluruh Desa Ada Internet

Anggota Komisi I DPR RI Dapil Kalteng Andina Narang masih banyak blank spot di Kalteng dan Indonesia secara keseluruhan, Pemprov targetkan tahun ini

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
Dok Pribadi untuk Tribunkalteng.com
MENYAMPAIKAN PENDAPAT - Anggota Komisi I DPR RI Dapil Kalteng, Andina Narang saat menyampaikan masalah blank slot saat rapat Kerja Komisi I bersama Menkomdigi, Senin (7/7/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Anggota Komisi I DPR RI Dapil Kalimantan Tengah (Kalteng), Andina Thresia Narang mengungkapkan, masih banyak blank spot atau daerah tanpa internet di Indonesia termasuk di Kalteng.

Hal itu disampaikan Andina saat Rapat Kerja Komisi I dengan Menteri Komunikasi dan Digital atau Menkomdigi RI, Senin (7/7/2025).

Andina menyebut, blank spot selalu menjadi teriakan masyarakat setiap kali ia melakukan reses di Kalteng.

"Mungkin ini juga teriakan dari semua provinsi di Indonesia," ujar Andina.

Menurutnya, dengan anggaran pada 2026, peningkatan akses internet di wilayah terpencil masih belum signifikan.

"Karena empat kali saya reses tetap menjadi teriakan, seolah-olah kami di DPR RI tidak menyampaikan keluhan mereka," sambungnya.

Andina mengatakan, pemerataan sangat diperlukan di Indonesia. Ia berharapa masukan terkait blank spot bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Karena, kata Andina, sinyal internet saat ini bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan juga kebutuhan primer.

Politisi dari Partai Nasdem itu menambahkan, jika kebutuhan internet terpenuhi, maka masyarakat akan lebih mudah mendapat informasi yang dibutuhkan, bahkan bisa mempermudah belajar.

Lebih lanjut, Andina Narang juga menyoroti internet gratis untuk masyarakat, terutama di sekolah-sekolah di wilayah terpencil.

"Seperti di Gunung Mas itu, dari perkotaan ke desa-desa sangat jauh dan sulit. Tidak masalah jika di jalan tidak ada internet, tetapi di sekolah-sekolahnya sangat perlu," tegas Andina.

Andina mengingatkan, masyarakat maupun peserta didik di wilayah terpencil juga membutuhkan internet yang layak dan mendukung pembelajaran digital.

"Mau kita literasi digital, kalau (internet, red), tidak sampai ke daerah-daerah terpencil juga tidak ada gunanya," terangnya.

Sementara itu, Plt Kadiskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana membeberkan, Pemprov tengah berupaya untuk mengatasi blank spot di wilayah terpencil.

Pemprov Kalteng menargetkan 376 titik terpasang starlink untuk akses internet, serta panel surya untuk listrik.

"Saat ini sudah 262 titik terpasang dari 376 titik target," ujar Rangga saat dihubungi Tribunkalteng.com, Kamis (10/7/2025).

Rangga bahkan optimis jika target Pemprov Kalteng selesai bakal selesai tahun ini.

"Selesai tahun ini, tim kami maksimalkan," tegasnya.

Baca juga: 316 Blank Spot di Kalteng, Diskominfosantik Catat Paling Tinggi di Barito Utara

Baca juga: Anggota DPR RI Andina Narang Soroti 316 Wilayah Blank Spot di Kalteng, Pemprov Akui Kendala Luasan

Pemprov Kalteng, kata Rangga, tetap mengajukan kerja sama dengan pemerintah pusat melalui Menkomdigi. 

Namun, mengingat Menkomdigi juga mengurusi seluruh Indonesia, tentu memerlukan waktu yang panjang menyelesaikan blank spot di Kalteng.

"Oleh karena itu, Pak Gubernur luncurkan program internet ke pedalaman," tutup Rangga.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved