Kotim Habaring Hurung
Kepala BPBD Sebut Helikopter Water Bombing Diperlukan Jika Karhutla di Kotim Meluas
Kepala BPBD Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam menyatakan, helikopter water bombing bakal digunakan apabila kasus karhutla di Kotim meluas
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kepala BPBD Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam menyatakan, operasi penyiraman air dari udara atau Water Bombing menggunakan helikopter masih menjadi andalan untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng, terkhususnya Kotim.
Namun demikian, di wilayah Kotim sendiri untuk pengadaan peminjaman Helikopter Water Bombing masih belum diajukan.
Hal tersebut dikarenakan belum ada keadaan yang bersifat darurat/urgensi yang terjadi di wilayah setempat.
"Iya belum, karena ambang batasnya ada di provinsi, BNPB pun pastinya nanti akan melakukan pertimbangan yang matang," kata Kepala BPBD Kotim, Multazam, Rabu (11/5/2025)
Selain persiapan yang matang, faktor anggaran yang digelontorkan untuk transportasi helikopter tersebut juga tidak sedikit.
Multazam menjelaskan, ada beberapa pertimbangan yang mengharuskan pemerintah tetap mengandalkan water bombing.
Satu di antaranya seperti sebaran api kebakaran yang sangat luas di suatu wilayah.
Kondisi tersebut membuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak memungkinkan untuk ditangani oleh tim melalui jalur darat.
"Bukan hanya memadamkan termasuk pula untuk pencegahan karhutla kita masih membutuhkannya," bebernya.
Kondisi cuaca yang dinamis mengarah ke kekeringan juga kerap kali menjadi kendala yang mengharuskan penanganan karhutla harus lewat water bombing.
"Dengan perhitungan yang baik maka metode ini cukup efektif karena dapat menjangkau seluruh luasan dalam waktu yang ringkas dan sangat membantu mengendalikan karhutla," bebernya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa water bombing maupun berbagai tindakan lain tidak bisa menjadi solusi permanen terhadap karhutla.
Terlebih penggunaan helikopter water bombing memiliki ongkos yang besar.
"Justru yang harus diprioritaskan adalah pencegahan melalui peningkatan kapasitas masyarakat yang ada di sekitar wilayah rawan terbakar, karena water bombing yang memiliki ongkos besar," tandanya.
wilayah Kotim
BPBD Kotim
Water Bombing
Helikopter Water Bombing
kebakaran hutan dan lahan
Kotawaringin Timur
Dinas Perikanan Kotim Gelar Lomba Mengaruhi, Tradisi Dayak Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong |
![]() |
---|
Terbatas Alat dan Anggaran Kendala Penangganan Jalan Drainase di Wilayah Kotawaringin Timur |
![]() |
---|
Masyarakat Soroti Jalan Rusak, Kadis Perkim Kotim Tegaskan Tak Semua jadi Kewenangan Kabupaten |
![]() |
---|
Harga Beras di Kotim Merangkak Naik, Sampel Dikirim untuk Uji Laboratorium |
![]() |
---|
Pemkab Kotim Sewakan Aset Tanah dan Bangunan Menganggur agar Jadi Sumber PAD Baru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.