Harga Emas

Cek Naiknya Harga Emas Antam dan Galeri 24 Hari Ini 22 Mei 2025

Harga emas pada Mei 2025 sangat fluktuatif dan sulit ditebak, namun belakangan harga emas kembali naik sejak 20 Mei 2025.

Logam Mulia emas Antam
EMAS ANTAM - Logam Mulia emas Antam tersedia dalam beberapa berat mulai dari 0,5 gram; 1 gram; 2 gram; 2,5 gram; 5 gram; 10 gram; 25 gram; 50 gram; 100 gram; dan yang terbesar hingga 1 kg. 

TRIBUNKALTENG.COM - Harga emas hari ini 22 Mei 2025 sedang naik, ada emas Antam dan Galeri24 cek daftar harga emas.

Harga emas pada Mei 2025 memang sangat fluktuatif, sangat sulit ditebak dan prediksi.

Naik dan turunnya harga emas bergantung pada pasar global dan inflasi yang terjadi pada saat ini.

Baca juga: Turun Harga Emas Hari Ini, 21 Mei 2025, Antam Turun Rp 29.000, Cek juga Galeri 24 dan UBS

Baca juga: Bursa Harga Emas Galeri 24 Naik Rp 41.000 Hari Ini 20 Mei 2025, Cek Jika Mau Beli Antam dan UBS

Baca juga: Daftar Harga Emas Hari Ini 15 Mei 2025 Pasca Waisak: Antam dan Galeri 24 Naik Rp 2.000, UBS Stabil

Bahkan harga emas sempat berada pada angka Rp 2 jutaan beberapa waktu lalu, tepatnya pada akhir April hingga awal Mei 2025.

Di sisi lain, pada komsumen bisa membeli dan menjual emas yang dimiliki saat ini.

Memang terdapat perbedaan besar antara jual dan beli emas pada saat ini.

Daftar harga emas Antam:

1 gram
Rp 1.923.000

5 gram 
Rp 9.390.000

10 gram 
Rp 18.725.000

25 gram 
Rp 46.687.000

50 gram 
Rp 93.295.000

100 gram 
Rp 186.512.000

250 gram 
Rp 466.015.000

500 gram 
Rp 931.820.000

1.000 gram 
Rp 1.863.600.000

Sementara itu, Pegadaian juga menjual emas Antam kepada para pelangggan setianya.

Berdasarkan laman resmi Pegadaian, harga emas batangan Antam dibanderol seharga Rp 1.986.000 per gram

Terdapat kenaikan harga yang lumayan signifikan antara pembelian emas di toko resmi dan beberapa retail lainnya.

Daftar harga emas Galeri 24:

1 gram 
Rp 1.915.000

5 gram 
Rp 9.363.000

10 gram 
Rp 18.327.000

25 gram 
Rp 46.573.000

50 gram 
Rp 93.073.000

100 gram 
Rp 186.053.000

250 gram 
Rp 464.903.000

500 gram 
Rp 929.347.000

1.000 gram 
Rp 1.858.693.000

Belakangan ini, harga emas mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini menjadi bahan perbincangan banyak orang, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Seperti diketahui, emas termasuk safe haven atau aset yang aman untuk diinvestasikan, bahkan ketika kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja.

Tak heran jika harga emas yang positif menarik perhatian banyak investor, baik yang masih pemula maupun yang sudah berpengalaman. Lalu, kenapa harga emas cenderung mengalami peningkatan?

Sebenarnya, harga emas mengalami kenaikan dan penurunan dari waktu ke waktu. Pergerakan harga emas bisa diketahui lewat update harga emas setiap hari oleh berbagai Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Indonesia maupun di luar negeri.

Fluktuasi harga emas pun tidak terjadi secara instan. Terdapat beberapa faktor yang mendorong harga emas pada suatu periode. Berikut penyebabnya.

*Gejolak ekonomi global

Pergerakan harga emas yang positif berkebalikan dengan kestabilan ekonomi. Tak heran, lonjakan harga emas juga terjadi saat dunia sedang dilanda pandemi Covid-19.

Di awal 2025, kenaikan emas juga terjadi. Diketahui, alasannya adalah terjadinya resesi di banyak negara dan ketidakpastian pasar global.

Sejumlah faktor lain juga disinyalir mendorong pergerakan harga emas, seperti konflik politik dan krisis keuangan di berbagai negara yang berdampak pada kestabilan ekonomi global.

Oleh karena itu, investor emas perlu rajin mengecek berita politik, sosial, dan ekonomi agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam manajemen investasi.

*Nilai dolar melemah

Melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) sering kali berdampak pada pergerakan harga emas di pasar. Sering kali harga emas menjadi naik, tetapi tak menutup kemungkinan juga harga emas malah menjadi turun.

Hal ini karena transaksi emas secara global dihargai dalam dollar AS. Melemahnya dollar AS dapat berimbas pada permintaan emas dari negara-negara yang kursnya menguat terhadap mata uang tersebut.

*Inflasi tinggi

Kondisi ekonomi dunia yang bergejolak dapat menyebabkan inflasi tinggi. Berkebalikan dengan nilai mata uang yang menurun, emas justru cenderung naik ketika terjadi inflasi.

Penurunan nilai mata uang kerap kali menyebabkan penyusutan motivasi untuk menabung di bank. Alih-alih menambah nilai tabungan uang, masyarakat menggunakan dananya untuk membeli emas yang nilainya lebih stabil.

*Permintaan emas meningkat

Kenaikan harga emas dapat disebabkan oleh permintaan yang meningkat dari sektor-sektor industri tertentu, seperti perhiasan dan elektronik.

Berbalik dengan mata uang, permintaan emas yang tinggi tidak berdampak pada nilainya. Hal ini dikarenakan fleksibilitas penggunaan emas sebagai aset berharga. Emas tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga diolah menjadi perhiasan dan komposisi produk elektronik.

Harga emas juga cenderung naik ketika musim pernikahan di negara-negara dengan budaya pernikahan mewah, seperti India. Permintaan emas yang tinggi karena nilai budaya ini dapat mendorong kenaikan harganya di pasar.

*Efek longgarnya kebijakan moneter

Selain nilai dolar, kebijakan moneter yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat juga berpengaruh pada pergerakan harga emas. Keputusan yang berdampak dibuat dari bank sentral terkait peningkatan atau penurunan suku bunga. Jika suku bunga turun, maka harga emas akan naik.

Suku bunga yang turun membuat nilai dollar AS menjadi kurang menarik bagi investor. Dinamika ini dapat mendorong investor untuk beralih mengamankan kekayaannya dengan berinvestasi emas. Dengan begitu, nilai kekayaannya pun tidak akan mengalami penurunan drastis.

Nah, berdasarkan faktor-faktor di atas, keputusan berinvestasi emas dinilai aman di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Dengan memantau harga emas yang naik atau turun, kamu pun dapat menentukan waktu terbaik membeli emas fisik ataupun menginvestasikan emas melalui Layanan Bank Emas dari Pegadaian.

Sebagai salah satu Layanan Bank Emas yang diinisiasi oleh pemerintah, Deposito Emas dari Pegadaian bisa menjadi pilihan investasi aman dan menguntungkan.

Masyarakat tidak perlu menyimpan emas fisik sendiri karena emas didepositokan secara aman di instansi yang terdaftar dan mendapat izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagaimana, tertarik untuk mulai investasi emas?

(Tribunkalteng.com

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved