Kotim Habaring Hurung

Rencanakan Pemindahan Gedung DPRD Kotim, Bupati Halikinnor: Agar Lebih Representatif

Bupati Kotim, Halikinnor menyebut, adapun tujuan pemindahan gedung DPRD Kotim itu agar lebih representatif, baik dari ruang kerja maupun fasilitas

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
WAWANCARA - Bupati Kotim, Halikinnor saat ditemui sejumlah awak media, Selasa (6/5/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah berencana akan memindahkan gedung DPRD setempat. 

Bupati Kotim, Halikinnor menyebut, adapun tujuan pemindahan gedung wakil rakyat itu agar lebih representatif, baik dari ruang kerja maupun fasilitas pendukung. 

Menurut dia, Gedung DPRD Kotim yang saat ini masih digunakan umurnya sudah puluhan tahun sehingga sudah selayaknya dipindahkan ke lokasi yang lebih luas.

“Untuk lokasi yang sudah kita siapkan sekitar empat hektare. Meski kantor bupati juga perlu renovasi namun kita dahulukan kantor DPRD, karena ini merupakan kantor rakyat, jadi biar mereka dulu yang dibangun," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (6/5/2025). 

Direncanakan pembangunan gedung baru DPRD Kotim tersebut akan di lokasikan di Jalan lingkar luar Sampit atau  tak jauh dari Bundaran Balanga.

la menyebut, ruang pimpinan DPRD pun tidak mampu menampung tamu dari forkopimda atau kunjungan daerah lain. 

Bupat beralasan, saat ada tamu baik dari forkopimda atapun instansi lainnya, gedung DPRD Kotim tidak mampu menampung. 

Bahkan DPRD Kotim, seringkali meminjam gedung dari dinas lain seperti Baperida atau aula Setda saat ada kegiatan besar yang diselenggarakan. 

"Kita memang efisiensi, namun harus fokus pada mana yang representatif,” lanjutnya. 

Halikinnor menambahkan, selain gedung DPRD, Pemkab juga akan membangun gedung pertemuan besar dan terbuka untuk umum. 

"Saya ingin gedung yang besar, ada pintu masuk dan keluar, jadi tidak lagi menyewa tempat seperti di Werra atau Wella. Parkir pun selama ini memakan jalan. Nantinya kapasitas gedung bisa 10 sampai 15 ribu orang, dan terbuka untuk siapa saja. Masyarakat mau sewa juga bisa," katanya. 

la menargetkan dua hektare dari total lahan tersebut akan diaspal dan disusun dengan ban untuk pembatasnya. 

“Supaya tidak lagi menggunakan taman kota. Jika semua ini berhasil dibangun, ke depan semua kegiatan bisa dipusatkan di sana, termasuk pelaksanaan expo. Tidak lagi harus memakai stadion," tutup Halikinnor

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved