Wanita Nyaris Terjun di Jembatan Kahayan

Ceritakanlah Apa yang Dirasakan, Tips Psikolog Cegah Kasus Coba Terjun dari Jembatan Kahayan

satu cara utama untuk mengatasi tekanan batin atau perasaan putus asa adalah dengan mengungkapkan apa yang dirasakan kepada orang lain.

Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Haryanto
Rensi untuk TribunKalteng.com
PSIKOLOG - Rensi, Psikolog Klinis-Forensik. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kisah seorang wanita yang nyaris mengakhiri hidupnya di Jembatan Kahayan, Kota Palangka Raya, Kalteng dinilai memberikan pelajaran bahwa kesehatan mental tidak boleh diabaikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Psikolog Klinis-Forensik, Rensi memberikan penjelasan dan solusi mengenai langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah tindakan serupa.

Menurut Rensi, satu cara utama untuk mengatasi tekanan batin atau perasaan putus asa adalah dengan mengungkapkan apa yang dirasakan kepada orang lain.

“Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan menyampaikan rasa khawatir yang dialami. Cobalah berbicara kepada orang yang dirasa tepat, sehingga diharapkan bisa mendapatkan dukungan atau support,” jelasnya kepada TribunKalteng.com, Jumat (11/4/2025).

Baca juga: Analisa Psikolog soal Aksi Nekat Wanita R Coba Terjun dari Jembatan Kahayan Palangka Raya Kalteng

Baca juga: Kronologi Wanita 39 Tahun Ingin Terjun dari Jembatan Kahayan Palangkaraya Kalteng, Ini kata Suaminya

Bagi orang-orang terdekat, Rensi menyarankan agar aktif mendekati dan membuka ruang aman untuk bercerita. 

“Pendekatan dari orang sekitar sangat penting. Harapannya, orang yang awalnya enggan terbuka bisa mulai menceritakan apa yang dirasakan” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya menjadi pendengar yang baik, bukan sekadar memberi nasihat apalagi menghakimi.

“Jangan langsung menasihati atau bahkan menghakimi. Dengarkan dulu keluh kesahnya dengan empati. Itu membuat mereka merasa lebih nyaman dan tenang” tuturnya.

Setelah kondisi emosional stabil, baru kemudian bisa diberikan dorongan dengan hal-hal positif.

“Kita bisa menyampaikan hal-hal baik untuk membantu dia mengatasi perasaannya, dan mendampinginya dalam masa-masa sulit,” ucap Rensi.

Selain itu, Rensi juga menyoroti pentingnya pengamanan lingkungan sekitar.

“Jauhkan benda-benda berbahaya dari mereka, seperti pisau, silet, dan obat-obatan,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, ia juga menyarankan agar individu yang mengalami tekanan berat diarahkan untuk menemui tenaga profesional.

“Ajak mereka bertemu psikolog atau psikiater, karena tidak semua orang mampu bercerita kepada orang biasa. Dukungan profesional sangat dibutuhkan” tutupnya.

Rensi berharap dengan kesadaran dan kepedulian bersama, kasus-kasus serupa bisa dicegah dan lebih banyak orang yang berjuang dengan kesehatan mentalnya dapat diselamatkan.

 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved