Berita UMKM
Kopi Enak dari Gerobak, Kisah UMKM Briling di Kota 'Cantik' Palangka Raya Kalteng
Briling atau Barista Keliling, sebutan untuk para penjual kopi dengan gerobak kini menjamur di berbagai sudut kota.
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Di tengah hiruk pikuk Kota Palangka Raya dengan banyaknya kafe mewah nan estetik, gerobak-gerobak kecil di pinggir jalan menjadi pemandangan yang kian akrab.
Briling atau Barista Keliling, sebutan untuk para penjual kopi dengan gerobak kini menjamur di berbagai sudut kota.
Barista, yang identik dengan sosok profesional pembuat kopi di kafe-kafe mewah, kini hadir dalam format yang lebih sederhana dan terjangkau.
Dengan tagline "Karena Kopi Enak Gak Perlu Mahal", Briling membuktikan bahwa cita rasa kopi berkualitas bisa dinikmati tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Baca juga: Barista Keliling “BRILING” Hadir di Palangkaraya, Tawar Kenikmatan Kopi Harga Ramah di Kantong
Di sepanjang Jalan Yos Sudarso, RTA Milono, G Obos, dan Rajawali, gerobak-gerobak Briling bisa dijumpai, menawarkan berbagai varian kopi dengan harga ramah di kantong.
Mulai dari kopi susu gula aren hingga kopi susu dengan sentuhan unik rasa pisang, semua ditawarkan dengan kisaran harga Rp 10.000 hingga Rp 15.000.
Zona (17), adalah satu di antara wajah muda di balik menjamurnya Briling di Kota Cantik.
Di sela-sela waktu sekolah dan belajar, ia memilih menghabiskan waktu di balik gerobak kopi.
"Awalnya saya cuma ingin mengisi waktu luang dan dapat tambahan uang jajan," ujarnya sambil meracik secangkir kopi susu gula aren di Jalan Yos Sudarso, Kamis (30/1/2025).
Dari setiap gelas kopi yang terjual, Zona mendapat komisi seribu rupiah.
Dalam sebulan, penghasilan dari berjualan kopi bisa mencapai Rp 1-2 juta.
Uang itu cukup setidaknya untuk mengurangi pengeluaran zona.
Senada dengan Zona, Adam (18) yang baru tahun lalu lulus SMA, memilih bergabung dengan Briling dengan tekad untuk mandiri secara finansial.
"Saya tidak ingin membebani orang tua. Meski pendapatan tidak menentu, tapi sudah cukup untuk kebutuhan sebulan," ungkapnya.
Meski terkadang cuaca hujan mengurangi jumlah pembeli, namun tak sedikit pecinta kopi yang tetap setia mampir.
Fenomena Briling tidak hanya mencerminkan tren bisnis kopi yang terus berkembang, tetapi juga menjadi bukti nyata keterlibatan generasi muda dalam sektor UMKM di Palangka Raya.
Para barista muda ini menunjukkan bahwa usia bukan halangan untuk memulai usaha dan berkontribusi dalam ekonomi lokal.
Pandra (23), satu di antara pelanggan setia Briling, mengaku senang dengan kehadiran gerobak-gerobak kopi ini.
"Saya suka kopi, dan dengan adanya Briling, tidak perlu jauh-jauh ke kafe. Kalau ketemu di jalan, tinggal mampir saja," katanya.
:Rasanya juga tidak kalah dengan kopi kafe," tuturnya.
Meningkatnya jumlah gerobak Briling di Palangka Raya tidak hanya menandai transformasi budaya ngopi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi generasi muda.
Meski sederhana, bisnis ini membuktikan bahwa inovasi dan semangat wirausaha bisa hadir dalam berbagai bentuk, termasuk dari sebuah gerobak kopi di pinggir jalan.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin akan Umroh, Bertepatan Tasyakuran Ulang Tahun ke-40 |
![]() |
---|
Wanita Penyadap Karet Ditemukan Tewas Setelah Hilang 9 Hari di Hutan Barito Timur |
![]() |
---|
Penyidik Kejari Palangka Raya Segera Beberkan Nama Tersangka Dugaan Korupsi Pascasarjana UPR |
![]() |
---|
Hasil Badminton Terbaru: Putri KW ke Perempat Final, Jojo Tunggu Pemenang Alwi Farhan vs Kunlavut |
![]() |
---|
PSIS Semarang Lengkapi 3 Pemain Asing, Luan Sergio Gabung Mahesa Jenar Jelang Lawan Persiku |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.