Kebakaran di Palangkaraya

Korsleting Listrik, SMKN 3 Palangka Raya Nyaris Jadi Arang

Para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK N 3 Palangka Raya dibuat panik lantaran sekolah mereka nyaris jadi korban amukan si jago merah.

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM/AHMAD SUPRIANDI
SMKN 3 Palangka Raya nyaris terbakar karena korsleting listrik, Selasa (8/10/2024). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK N 3 Palangka Raya dibuat panik lantaran sekolah mereka nyaris jadi korban amukan si jago merah, Selasa (8/10/2024).

Ya, satu di antara kabel di ruang kelas X Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sempat mengeluarkan asap dan memercikan api.

Dalam waktu singkat asap putih memenuhi seluruh sudut ruangan kedap udara itu. 

Ratusan pelajar SMK N 3 pun panik dan lari berhamburan keluar kelas.

Tinue Laut, Wakil Kepala Sekolah SMK N 3 Palangka Raya Bidang Kurikulum, menjelaskan, api menyala saat peserta didik di kelas X TKJ sedang asyik berdiskusi membahas pembuatan video pembelajaran mata kuliah bahasa Inggris.

"Kejadian sekira pukul 09.00 WIB, saat itu anak-anak sedang membahas praktik untuk membuat video," kata Tinue.

Baca juga: Kebakaran di Palangkaraya Sejak September dan Awal Oktober 2024, Rerata Rumah Kosong

Tinue Laut, Wakil Kepala Sekolah SMKN 3 Palangka Raya Bidang Kurikulum.
Tinue Laut, Wakil Kepala Sekolah SMKN 3 Palangka Raya Bidang Kurikulum.

Beruntung, para guru di SMK N 3 Palangka Raya dengan sigap mematikan saklar utama agar korlseting listrik tak terjadi di ruangan lainnya.

Para guru di sekolah itu juga dengan cepat memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sehingga api tak sempat menjalar ke bangunan lainnya.

"Kalau saklar tidak dimatikan dulu mungkin api bisa dengan cepat menyebar ke bangunan lain dan untungnya kami memiliki APAR," ungkap Tinue.

Karena sempat di antisipasi sebelum membesar, dampak api pun bisa diminimalisir. Hanya sedikit bagian dinding kelas X TKJ yang sempat terbakar.

Meski begitu, Tinue menyebut, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi SMK N 3 Palangka Raya untuk melakukan peremajaan pada jaringan listrik.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihak SMK N 3 Palangka Raya memulangkan peserta didiknya dan melakukan proses belajar daring sampai besok.

"Malam ini guru-guru laki-laki juga akan berjaga di sekolah untuk mengantisipasi ada korsleting lagi," ungkap Tinue.

Untuk memastikan kondisi jaringan listriknya pihak SMK N 3 Palangka Raya memanggil Mujib, teknisi instalasi listrik dari PT Tunggal Raya Teknik.

Setelah mengecek titik yang terbakar, Mujib menyimpulkan, jaringan listrik sudah lama tidak dilakukan peremajaan dan memang berpotensi menghasilkan arus pendek listrik yang bisa menyebabkan kebakaran.

"Ini sepertinya tidak pernah dilakukan peremajaan, sedangkan alat-alat elektroniknya terus bertambah," kata Mujib.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved