Breaking News

Berita Palangkaraya

BMKG Palangkaraya Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Kalteng Memasuki Musim Peralihan

BMKG Palangkaraya mengingat dan mengimbau agar masyarakat di seluruh Kalteng untuk waspada akan cuaca ekstrem saat memasuki pancaroba atau peralihan

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
AFP / JIJI PRESS
Ilustrasi, BMKG Palangkaraya imbau warga agar waspada cuaca ekstrem pada musim peralihan atau pancaroba. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Palangkaraya mengingat dan mengimbau agar masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), waspada cuaca ekstem saat ini yang sudah memasuki musim peralihan atau pancaroba.

Prakirawan BMKG Palangkaraya, Cindy Arnelta Putri membeberkan selama periode pancaroba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

"Berdasarkan analisa dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG. Saat ini puncak musim hujan telah terlewati di berbagai wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan Indonesia," ujar Cindy, Senin (27/5/2024).

Salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari dengan didahului oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari.

Kondisi itu terjadi karena radiasi matahari yang diterima pada pagi hingga siang hari cukup besar dan memicu proses konveksi (pengangkatan massa udara) dari permukaan bumi ke atmosfer sehingga memicu terbentuknya awan.

Baca juga: Malam Minggu, BMKG Palangkaraya Ingatkan Warga Kota Cantik Hujan Lebat, Angin Kencang dan Petir

Baca juga: Memasuki Hari Raya Waisak, Prakiraan BMKG Palangkaraya Kabupaten dan Kota di Kalteng Diguyur Hujan

Baca juga: BMKG Palangkaraya : Waspadai Karhutla, Sebagian Kalteng Masuki Masa Pancaroba Musim Hujan ke Kemarau

Menurutnya, yang patut diwaspadai yakni curah hujan lebat yang menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

"Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami juga mengimbau untuk waspada dan berhati-hati," pungkas Cindy Arnelta Putri. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved