MLS
Bomber David Beckham Bongkar Sifat Asli Messi di Inter Miami, Ungkit Alba dan Busquets di MLS
Sifat asli Lionel Messi terbongkar.Keberadaan Jordi Alba, Sergio Busquets disinggung. Keharmonisan di Inter Miami Liga MLS.
TRIBUNKALTENG.COM - Keberadaan Jordi Alba, Sergio Busquets dan Messi memberi warna di Inter Miami.
Eks Barcelona di Inter Miami jadi andalan David Beckham di MLS. Sifat asli Lionel Messi terbongkar.
Adalah bomber milik David Beckham di Inter Miami yang menilai sikap dari Messi. Membuatnya nyaman main di MLS.
Bomber Ekuador, Leonardo Campana, bahkan pernah menerima bantuan dari Messi.
Baca juga: Legenda Arsenal Buka Dugaan Lionel Messi Gagal di PSG, Mbappe dan Neymar Disebut Pemicu
Baca juga: Sadio Mane Dekati Gol Ronaldo, Al Nassr Waspada Neymar di Al Hilal Jelang Liga Champion AFC
Kala itu, Messi menawarkan tiket pertandingan untuk keluarga Campana dalam laga debutnya.
Campana mencari tiket untuk keluarganya dalam laga pertama Messi.
Akan tetapi, Campana tidak kunjung mendapatkan tiketnya.
Nah, Messi yang berada di dalam grup WhatsApp para pemain Inter Miami pun segera menawarkan tiket yang dicari.
Ya, Lionel Messi lagi-lagi menunjukkan sikap terpuji di Inter Miami. un langsung merasakan efeknya sendiri.
Sosok Lionel Messi memang selalu mencuri perhatian banyak pihak, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Aksi-aksi Messi di dalam lapangan sudah sering dipertontonkan selama membela Inter Miami baru-baru ini.
Bahkan, Messi berhasil mempersembahkan trofi pertama kepada Inter Miami dalam ajang Leagues Cup 2023.
Tidak hanya itu, La Pulga juga berpeluang memberikan trofi lainnya apabila The Herons berhasil menjuarai US Open Cup 2023.
Namun, tidak hanya di dalam lapangan, perilaku Messi di luar lapangan juga kerap menjadi sorotan.
Baca juga: Kesetiaan Edoardo Bove di AS Roma Liga Italia Terbukti, Dihadiahi Kontrak Baru di Tim Jose Mourinho
Baca juga: Kemiripan Real Madrid dan Al Hilal Diungkap Tandem Neymar di Liga Arab, ini Kata Mitrovic
Bukan karena sarat kontroversi, melainkan banyak yang menyebut Messi memiliki sikap terpuji.
Salah satu orang yang menyampaikan itu secara langsung adalah penyerang Inter Miami, Leonardo Campana.
Dilansir dari Marca, Campana sempat menceritakan bagaimana pertama kali ia bertemu dengan Messi.
Campana mengaku cukup grogi saat pertama kali berjumpa dengan penyerang berusia 36 tahun tersebut.
Bahkan, bomber asal Ekuador memilih untuk tidak mengganggu Messi yang saat itu baru saja bergabung dengan Inter Miami.
Baca juga: Ulah Mauricio Pochettino di Chelsea Buat Ruben Loftus Cheek tak Nyaman, AC Milan Jadi Solusi
Baca juga: Akhirnya Sheikh Jassim dan Manchester United Semakin Dekat, Bersama Sir Jim Ratcliffe Desak Glazer
Meski demikian, Messi menyambut Campana dengan sangat baik dan tidak terkesan sombong.
Campana malah menyebut sosok eks kapten Barcelona itu sebagai megabintang yang rendah hati.
Bahkan, penyerang berusia 23 tahun tersebut merasa sangat tenang setelah dekat dengan Messi.
"Saya biasanya menjadi salah satu orang yang pertama tiba," kata Campana.
"Saya memasuki ruang ganti dengan kepala menunduk. Saya mengangkatnya dan melihat dia duduk di sebelah saya."
"Saya menyapanya. Ia menyapa saya, dan ketenangan serta kerendahan hatinya membuat Anda merasa tenang."
"Kami mengobrol sedikit dan, tentu saja, saya sedikit pendiam."
"Saya tidak ingin mengganggunya, tetapi sedikit demi sedikit, kami menyesuaikan diri dengan baik."
"Kami berbicara. Kami tertawa. Kami berlatih dengan baik."
"Kami saling melengkapi satu sama lain dengan baik, dan saya menikmati setiap hari bersamanya, dan juga dengan Jordi (Alba) dan Busi (Busquets)," imbuhnya.
Campana sendiri tidak hanya sekali ini merasakan kebaikan dan kerendahan hati seorang Lionel Messi.
Top Skor MLS
Daftar top skor MLS 2023, kini Lionel Messi mengejar ketertinggalan dari Hany Mukhtar dan Denis Bouanga.
Bintang David Beckham bersama Inter Miami jadi jalan Lionel Messi mengejar perolehan gol di Liga MLS.
Jadi pesaing Lionel Messi di Inter Miami, Bintang Nashville SC, Hany Mukhtar, memenangkan penghargaan ini pada tahun 2022, dengan koleksi 23 golnya yang mengalahkan persaingan dari Sebastian Driussi dan Daniel Gazdag.
Pemain berusia 28 tahun ini juga menjadi favorit untuk memenangkan penghargaan tertinggi kali ini, tetapi harus diakui bahwa ia menghadapi persaingan yang cukup ketat.
MLS tidak asing lagi dengan beberapa nama-nama besar dalam sepak bola, namun tidak ada yang sebesar Lionel Messi, salah satu pemain sepak bola terbaik dalam sejarah.
Mencetak gol sesuka hati dan membuat Piala Liga terlihat seperti permainan anak-anak, ia telah membuktikan bahwa ia akan mendominasi MLS, tidak seperti apa pun yang pernah ada di liga ini.
Catatannya bersama Inter Miami begitu fantastis dalam gelaran Piala Liga Amerika Serikat 2023 dan US Open Cup 2023.
Messi telah membukukan 10 gol dan tiga assist dari delapan pertandingan.
Bukan tak mungkin gelontoran gol pemain berusia 36 tahun itu MLS akan segera mengalir deras.
Kini Hany Mukhtar di Nashville SC cetak 14 gol. Hany Mukhtar tidak diragukan lagi merupakan penyerang terbaik di MLS saat ini, selain Messi.
Peraih gelar Landon Donovan MLS MVP dan Sepatu Emas ini telah memberikan beberapa penampilan gemilang di depan gawang selama tiga tahun terakhir untuk Nashville sejak tiba dari klub Denmark, IF Brondby.
Penyerang Jerman berusia 28 tahun ini sekali lagi menjadi kandidat terdepan untuk mendapatkan MVP 2023, yang akan membuatnya menjadi penerima back-to-back pertama dalam 27 tahun sejarah liga.
Bersama Atlanta United cetak 14 gol. Giakoumakis, yang merupakan rekrutan blockbuster No. 9 untuk Atlanta United di akhir musim saat mereka mempersiapkan diri untuk hidup tanpa Josef Martinez, sejauh ini telah membuktikan nilainya.
Pemain internasional Yunani ini tidak asing dengan produksi yang mengesankan, mencetak 26 gol di Eredivisie Belanda untuk VVV-Venlo pada 2020-21, dan sementara mereproduksi itu adalah kesempatan yang sulit di MLS, ia telah mencapai angka 10 gol sementara juga menjadi titik fokus penting bagi serangan Atlanta.
Berikut nama lainnya, penjegam Messi di daftar top skor MLS :
3. Luciano Acosta FC Cincinnati | 13 gol
Salah satu alasan besar di balik kebangkitan FC Cincinnati dari posisi terbawah Wilayah Timur beberapa tahun yang lalu hingga saat ini berada di posisi teratas adalah kehadiran playmaker serang Luciano "Lucho" Acosta, yang merupakan pusat serangan tim.
Kapten berusia 29 tahun ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menciptakan permainan dan peluang bagi timnya, tetapi ia juga memiliki kemampuan untuk mencetak gol. Musim lalu, ia mampu mencetak sepuluh gol yang mengesankan di liga, dan musim ini ia telah melampaui angka 10 gol, menempatkannya dalam perebutan Sepatu Emas
4. Alan Pulido | Sporting Kansas City | 13 gol
Mantan pemain internasional Meksiko ini tampil luar biasa sejak kembali ke barisan Sporting KC setelah mengalami cedera lutut pada musim 2022. Ia menjalani bulan yang brilian di bulan Juni, mencetak enam gol untuk memenangkan Pemain Terbaik Bulan Ini
5. Denis Bouanga | LAFC | 12 gol
Denis Bouanga, yang kini memasuki musim penuh pertamanya bersama LAFC, telah menjadi wahyu sejak tiba di tim yang berbasis di Los Angeles ini dari klub Prancis Saint-Etienne pada musim panas lalu.
Striker Gabon berusia 28 tahun ini telah tampil luar biasa di lini depan pada tahun 2023 dan memiliki peluang bagus untuk meraih Sepatu Emas pada akhir musim reguler.
Dengan Bouanga yang sedang dalam tren mencetak gol, peluang sang juara bertahan MLS Cup untuk memenangkan liga dalam dua musim beruntun terlihat menjanjikan.
6. Crsitian Espinoza | San Jose Earthquakes | 12 gol
Cristian Espinoza telah berperan penting dalam perubahan San Jose Earthquakes di tahun 2023 di bawah asuhan pelatih baru, Luchi Gonzalez.
Bisa dibilang salah satu bintang MLS yang paling diremehkan, dia sekarang menambahkan gol ke dalam permainannya, mencapai langkahnya di bulan April, di mana dia mengumpulkan lima gol dalam empat pertandingan berturut-turut untuk memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Bulan Ini.
7. Daniel Gazdag | Philadelphia Union | 12 gol
Salah satu dari dua pemain Philadelphia Union yang masuk dalam jajaran teratas perebutan Sepatu Emas, gelandang serang Daniel Gazdag merupakan jantung serangan Union.
Pemain asal Hungaria ini nyaris saja memenangkan Sepatu Emas pada tahun 2022, finis dengan 22 gol, hanya terpaut satu gol dari jumlah gol pemenang Sepatu Emas, Mukhtar.
Itu bukan kebetulan, karena pemain internasional Hongaria No. 10 dari Union itu kembali menjadi salah satu pemain ofensif paling mematikan di MLS.
8. Facundo Torres | Orlando City | 12 gol
Orlando City memiliki harapan yang tinggi dari rekrutan rekor klub mereka, Facundo Torres, pemain sayap asal Uruguay yang memiliki masa depan yang cerah.
Pemain muda yang ditunjuk sebagai Pemain Terbaik ini mengalami awal yang lambat tahun lalu ketika ia tiba dari tim Uruguay, Club Atlético Peñarol, tetapi akhirnya menemukan performa terbaiknya - mencetak sembilan gol dan sepuluh assist dalam 33 pertandingan.
Tahun ini juga merupakan awal yang lambat bagi Torres, tetapi ia kembali menemukan performa terbaiknya dan kembali mencetak banyak gol.
9. Julian Carranza | Philadelphia Union | 12 gol
Setelah mengantongi 15 gol dan tujuh asis dalam 35 pertandingan musim lalu, pemain sayap Union, Julian Carranza, yang tampil sangat produktif musim ini membuktikan bahwa penampilannya di musim lalu bukanlah sebuah kebetulan. Dia menawarkan pukulan satu-dua yang kuat dalam kemitraan serangan bersama Mikael Uhre.
10. Brian White | Vancouver Whitecaps | 11 gol
Seorang striker yang klinis dan lincah, Brian White telah menjadi wahyu pencetak gol untuk Whitecaps sejak bergabung dengan klub pada Juni 2021 melalui pertukaran dari tim Wilayah Timur, New York Red Bulls.
11. Jesus Ferreira | FC Dallas | 10 gol
Jesus Ferreira baru-baru ini menjadi berita utama karena pencapaian bersejarahnya di Gold Cup saat ia menjadi pemain pertama dalam sejarah USMNT yang mencetak hattrick beruntun dalam pertandingan internasional.
Dijuluki 'Bajak Laut dari Karibia' karena kemampuannya mencetak gol-gol untuk bersenang-senang melawan negara-negara dari wilayah tersebut, transisi Ferreira yang mulus untuk bermain sebagai pemain nomor 9 FC Dallas benar-benar mengesankan.
Dia mencetak 18 gol untuk FC Dallas pada tahun 2022 saja, dan telah melanjutkan posisinya pada musim 2023 MLS.
12 Nicholas Gioacchini | St Louis City SC | 10 gol
Lulus dari akademi muda PSG, Nicholas Gioacchini bergabung dengan St Louis City pada November tahun lalu.
Pemain internasional Amerika Serikat ini telah memberikan dampak yang mengejutkan sejak kedatangannya dengan mencetak banyak gol.
Pemain ini direkrut oleh St Louis City SC dalam draft ekspansi mereka dan sejak kedatangannya, Gioacchini telah menjadi penyerang yang luar biasa. Pemain muda ini akan berlomba-lomba untuk menambah jumlah golnya di pertandingan-pertandingan berikutnya dan menaiki tangga daftar pencetak gol terbanyak.
13. Lucas Zelarayan | Columbus Crew | 10 gol
Dikenal dengan tendangan bebasnya yang sangat indah, Lucas Zelarayan telah menjadi bagian integral dari tim Columbus Crew selama bermain di MLS.
Gelandang asal Armenia ini memiliki kemampuan yang mengejutkan untuk mengubah situasi bola mati menjadi gol dengan mudah, yang telah ia tunjukkan di MLS.
Setelah sempat dikaitkan dengan kepindahannya ke Arab Saudi, Zelarayan akhirnya pindah ke Al-Fateh musim panas ini dan berharap dapat melanjutkan performa mencetak golnya di Timur Tengah.
14. Jordan Morris | Seattle Sounders | 10 gol
Pemain sayap kanan Jordan Morris menikmati performa gemilang sebagai penyerang sementara untuk Seattle Sounders, seperti yang terlihat dari empat gol yang dicetaknya saat melawan Sporting KC.
Laju gol pemain internasional USMNT ini memang melambat dalam beberapa bulan terakhir, namun ia sedang dalam perjalanan untuk mencapai dua digit gol, dan bahkan mungkin melampaui torehan gol terbaiknya dalam satu musim dengan 12 gol.
15. Christian Benteke | DC United | 10 gol
Christian Benteke meninggalkan Liga Primer untuk bergabung dengan DC United pada tahun 2022, dan sejak saat itu telah menjadi pemain yang dapat diandalkan untuk tim asuhan Wayne Rooney.
Dia baru-baru ini mengalami paceklik gol yang panjang, namun terus menemukan kembali performa terbaiknya.
16. Nicholas Gioacchini | St. Louis City | 10 gol
Seorang penyelesai akhir yang tahu bagaimana bekerja di antara para pemain bertahan dan turun ke lini tengah untuk membantu menghubungkan permainan, Nicholas Gioacchini telah membuktikan bahwa ia adalah pilihan yang bagus untuk St Louis City setelah satu musim di MLS bersama Orlando City SC.
17. Ryan Gould | Vancouver Whitecaps | 10 gol
Seorang playmaker yang bisa melakukan banyak aksi, Ryan Gauld telah membuktikan dirinya sebagai pembuat perbedaan untuk Vancouver Whitecaps sejak tiba pada 2021 dari Portugal.
18. Amine Bassi | Houston Dynamo | 9 gol
Houston hanya merekrut gelandang serang Maroko Amine Bassi pada awal musim dari tim Prancis FC Metz, dan bisa dikatakan, ia telah menyesuaikan diri dengan kehidupan di MLS seperti bebek ke air.
Sangat kreatif dengan teknik yang hebat, dan visi untuk mengeksploitasi ruang di belakang, ia telah membuat sejarah MLS, menjadi pemain pertama dalam sejarah liga yang mencetak gol melalui tendangan penalti dalam empat pertandingan beruntun.
( Tribunkalteng.com / BolaSports)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Bos-Inter-Miami-David-Beckham-Berikan-kejutan-untuk-Lionel-Messi-cs.jpg)