Kobar Marunting Batu Aji

Pemkab Kobar Akan Evaluasi Belum Maksimalnya Area Bongkar Muat

Saat ini masih ditemukan truk fuso melakukan pembongkaran muatan di pinggir jalan poros Pasir Panjang

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Plh Sekda Kobar Juni Gultom, saat melaunching area bongkar muat barang daerah, di Desa Batu Belaman. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar), akan melakukan evaluasi, agar keberadaan area bongkar muat barang daerah dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Pasalnya, area bongkar muat barang daerah yang telah disediakan oleh Pemda Kobar di Desa Batu Belaman Kecamatan Kumai, pemanfaatannya kurang maksimal.

Saat ini masih ditemukan truk fuso melakukan pembongkaran muatan di pinggir jalan poros Pasir Panjang. 

Plh Sekda Kobar Juni Gultom ketika dikonfirmasi mengatakan, minimnya petugas dari Dinas Perhubungan Kobar yang melakukan pengawasan membuat masih banyak truk fuso bermuatan lebih dari 8 ton yang tidak menggunakan areal khusus bongkar muat

"Kami akan mengevaluasi kembali agar terminal bongkar muat itu dapat difungsikan sebagaimana mestinya," ujar Juni Gultom.

Ia menjelaskan, jumlah truk fuso baik yang baru turun maupun akan berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai tidak seimbang dibanding jumlah petugas.

Seharusnya, lanjut Juni Gultom, petugas yang berjaga terbagi baik pagi, siang dan malam hari, sehingga tidak ada truk fuso yang melakukan pembongkaran barang di pinggir jalan.

"Hal ini akan dibahas kembali bersama dinas Perhubungan Kobar," tuturnya.

Pemkab Kobar memanfaatkan eks pabrik jagung yang untuk terminal bongkar muat, dengan tujuan agar truk-truk yang baru tiba di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, tidak melakukan bongkar muat di bahu jalan, karena akan mengganggu lalu lintas.

"Seharusnya truk fuso bisa bongkar muat di area yang kita sediakan, sehingga tidak ada yang bongkar dipinggir jalan, apalagi sampai melintas di dalam kota Pangkalan Bun. Ini sangat berbahaya bagi pengendara lainnya," ungkapnya.

Lanjut Juni Gultom, dengan tersedianya areal bongkar muat ini, akan memperpanjang masa pakai jalan.

Sebab, beban jalan hanya 8 ton, sementara truk angkutan antar pulau capai 30 ton lebih. 

"Secara bertahap sejak di-launchingnya penggunaan terminal bongkar muat itu, kami pun melengkapi sarana dan prasarana agar para sopir truk ini merasa nyaman ketika memanfaatkan terminal tersebut," kata Juni Gultom.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved