Berita Kotim

Gegara Truk Ambles Rusak Pipa Perumdam, 2 Hari Warga Jalan S Parman Sampit Kesulitan MCK

Warga di sekitar Jalan S Parman selama 2 hari ini mengalami kesulitan MCK (mandi, cuci, kakus) gegara truk ambles merusak pipa air

Penulis: Devita Maulina | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Devita
Sejumlah petugas Perumdam Tirta Mentaya Sampit memperbaiki pipa yang bocor akibat truk ambles di Jalan S Parman Sampit, Kotim, Sabtu (22/07/2023) 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Amblesnya truk yang mengakibatkan pipa air milik Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) rusak, berdampak kepada warga di sekitar Jalan S Parman.

Selama 2 hari ini mereka mengalami kesulitan melakukan aktivitas MCK (mandi, cuci, kakus).

“Dari kemarin kami di rumah tidak bisa mandi karena air tidak mengalir. Apalagi kami tidak punya toren untuk menampung air, jadi sangat bergantung pada aliran Perumdam,” ujar seorang warga, Winarti, Sabtu (22/7/2023).

Karena itu, dia berharap petugas Perumdam Tirta Mentaya Sampit dapat segera memperbaiki pipa yang bocor agat aliran air ke rumah warga bisa kembali normal.

Baca juga: Kadishub Kotim Suparmadi, Tanggapi Truk Fuso Bermuatan 17 Ton Masuk Kota Ambles di Jalan S Parman

Baca juga: Pipa Perumdam Sampit Bocor Akibat Truk Fuso Ambles, Air Macet Pelanggan Terdampak

Jumat (21/7/2023) dinihari, satu truk fuso berbobot sekira 17 ton ambles di Jalan S Parman, Sampit.

Nahasnya, truk yang ambles ke jalan itu menimpa pipa Perumdan.

Kerusakan pipa langsung terjadi. Air mengalir ke jalan rusaknya pipa. 

Di sisi lain, aliran air ke rumah pelanggan perusahaan penyedia air bersih yang berada di kawasan Jalan S Parman, A Yani, HM Arsyad dan Perca menjadi terhambat.

Saat ini perbaikan pipa sedang dikerjakan petugas Perumdam 

"Mudah-mudahan hari ini  selesai,” kata Kasi Distribusi Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Suprianto.

Dia mengatakan, sebenarnya perbaikan bisa lebih cepat selesai, namun terkendala oleh evakuasi truk yang baru selesai dilakukan pada Jumat tengah malam.

“Kami baru bisa bekerja tadi pagi (Sabtu pagi), karena menunggu truk dievakuasi. Tadi malam ( Jumat malam) sekira pukul 22.00 WIB, saya cek truknya masih ada, mungkin lewat tengah malam baru dievakuasi,” ujarnya.

Menurut Suprianto, tidak ada kendala yang berarti dalam perbaikan pipa yang bocor tersebut.

Namun karena posisi pipa berada di bawah tanah sedalam 1 meter ditambah kondisi terendam air, harus dihali terlebih dulu secara  manual menggunakan sekop. Ini yang membutuhkan waktu agak lama.

Adapun pipa yang rusak sepanjang 3 meter dengan ukuran 8 inci.

Selanjutnya, pipa yang rusak itu akan diganti dengan pipa yang baru.

Saat penggantian pipa, aliran air ke rumah pelangganan akan dimatikan sementara.

Soal kerugian, Suprianto mengatakan yang utama adalah kehilangan air bersih dalam jumlah yang cukup besar.

Setiap detik ada 20 liter air yang terbuang sia-sia. (*)

 

.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved