Berita Palangkaraya

TPID Berhasil Tekan Inflasi, Bulan Desember 2022 Peringkat Inflasi Kalteng Turun Ke Angka 9

Upaya pemerintah Kalteng dalam meneka angka inflasi membuahkan hasil, peringkat inflasi kalteng Desember 2022 turun ke angka 9.

Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Kegiatan operasi pasar yang dilakukan Pemkab Kotim melalui dinas terkait guna menekan inflasi di Kabupaten Kotim. 

TRIBUNKALTNG.COM, PALANGKARAYA- Upaya pemerintah Kalteng dalam menekan peringkat angka inflasi membuahkan hasil meksipun Kalteng awalnya masuk petingkat atas untuk angka inflasi di Indonesia saat ini sudah turun.

Hal itu diungkapkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yura Djalins, saat menjelaskan perkembangan perekonomian Kalteng Bersama insan pers di Palangkaraya, Rabu (18/1/2023).

Diungkapkan Yura Djalins,  meskipun masih di atas sasaran 3,0 persen +1 persen, Provinsi Kalteng yang pada bulan Agustus hingga November berada pada 5 besar, pada Bulan Desember berhasil turun ke peringkat 9.

“Ini berkat upaya yang terus dilakukan oleh TPID Kalteng dalam menekan inflasi, khususnya pada kelompok VF, melalui strategi 4K. antara lain Komunikasi efektif, Ketersediaan pasokan, Keterjangakauan harga dan Kelancaran distribusi,” ungkapnya.

Baca juga: Kobar Duduki Peringkat Ke 6 Nasional, Kepatuhan Laporan Pengendalian Inflasi Tahun 2022

Baca juga: Kendalikan Inflasi, Pemkab Kobar Akan Beri Subsidi Silang

Baca juga: Tekan Inflasi Kalteng 2022, Polda Kalteng Optimalkan Satgas Pangan Awasi Distribusi BBM Bersubsidi

Baca juga: Gelar Pasar Murah di Kobar, Pj Bupati Anang Dirjo Sebut Upaya Sikapi Potensi Dampak Inflasi

Dijelaskan, dalam aspek komunikasi efektif, telah terlaksana 19 kali HLM (High Level Meeting) TPID sepanjang tahun 2022 yang dipimpin Kepala Daerah atau Wakil Kepala daerah.

“Kegiatan tersebut, menunjukkan sinergi yang erat untuk bersama-sama merumuskan langkah pengendalian inflasi,” ujarnya.

Dia juga memperkirakan, Inflasi Januari 2023 diproyeksikan menurun dibandingkan Desember 2022 ke dalam rentang 5,78 persen-5,90 persen (yoy).

“Kelompok komoditas volatile food (inflasi bahan makanan bergejolak) diprakirakan menurun karena akan menunjukkan rentang inflasi 6,49 persen - 6,61 persen (yoy), sedangkan kelompok komoditas administered price (harga yang diatur oleh pemerintah) akan mencatatkan inflasi sebesar 11,38 persen - 11,45 persen (yoy),” ungkapnya.

Begitupula dengan core inflation (inflasi inti) diproyeksikan pada Januari 2023 melandai ke 3,87 persen - 4,00 persen  (yoy).

Untuk keseluruhan tahun 2023, inflasi diprakirakan menurun cukup jauh kerentang 3,96 persen - 4,96 persen (yoy). (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved