Berita Palangkaraya

Penghujung Musim Hujan, BMKG Imbau Waspada Banjir Rob Kalteng di Kobar, BPB-PK Lakukan Mitigasi

BMKG memprediksi akan potensi terjadi banjir rob di Kalteng, khususnya wilayah Kotawaringin Barat dipengaruhi adanya fase bulan baru

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
banjarmasinpost.co.id/frans
Ilustrasi, potensi akan terjadinya banjir rob di wilayah Kobar, Kalteng, berdasarkan prediksi BMKG Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya mengungkapkan, adanya potensi banjir rob di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya di daerah Kotawaringin Barat (Kobar).

Prakirawan Reni, mengatakan, munculnya potensi banjir rob juga dipengaruhi adanya fase bulan baru dengan jarak terdekat bulan ke bumi pada 21 Januari 2023.

“Untuk tinggi gelombang potensi banjir rob diperkirakan rendah hingga sedang, 1,2 meter hingga 2,5 meter. Dari fase bulan baru ini terus meningkatkan ketinggian pasang air lat,” katanya, Selasa (17/1/2023).

Potensi banjir rob di Kalteng tidak merata, hanya di pesisir selatan Kalteng yaitu Kotawaringin Barat, waktunya diprediksi pada 22-25 Januari 2023.

Pihaknya mengimbau, untuk masyarakat yang berada di pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, karena pasang surutnya air laut berdampak kepada aktivitas masyarakat, seperti bongkar muat barang di pelabuhan dan lainnya.

Baca juga: Warga Pesisir Kalteng Harus Waspada 8-10 Januari 2023, BMKG Rilis Prediksi Banjir Rob Besar

Baca juga: Banjir Rob Ancam Daerah Pesisir Kobar, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Nelayan Diminta Tak Melaut

Baca juga: Warga Wilayah Pesisir Tanahbumbu Diminta Waspada Puncak Banjir Rob

“Nelayan atau masyarakat bermukim dan beraktifitas di laut agar berhati-hati meningkatkan kewaspadaan dan siaga, karena ketinggian pasang surut air laut ini ada berpotensi mengganggu,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, Falery Tuwan menuturkan, telah melakukan mitigasi atau langkah mengurangi dampak bencana yang ditimbulkan oleh potensi banjir rob, khususnya di wilayah Kotawaringin Barat.

Pertama, melakukan sosialisasi peringatan dini ke seluruh masyarakat yang berada di daerah yang rawan sehingga siap mengantisipasi kejadian banjir rob.

“Kedua, meningkatkan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat untuk siap siagakan personil dan sarana dan prasarana, sehingga sevepat mungkin melaksanakan penanganan jika terjadi banjir rob,” tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya melengkapi rambu-rambu peringatan dini dan jalur evakuasi, agar seluruh masyarakat memahami langkah-langkah penyelamatan diri jika terjadi banjir rob. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved