Berita Palangkaraya

Obat Tradisional Khas Kalteng Keluarga Kamelia, Dapat Penghargaan dan Tembus Pasar Mancanegara

Obat tradisional Khas Kalteng sejak kecil dikenal oleh Kamelia (53), pengetahuan meramu dari bahan-bahan yang ada di alam itu didapat dari orang tua.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Kamelia saat menunjukan ramuan obat tradisional khas Kalteng di Betang Hapakat, Palangkaraya, Senin (16/1/2023). Obat tradisional Khas Kalteng sejak kecil dikenal oleh Kamelia (53), pengetahuan meramu dari bahan-bahan yang ada di alam itu didapat dari orang tua. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Obat tradisional khas kalteng sejak kecil dikenal oleh Kamelia (53), pengetahuan meramu dari bahan-bahan yang ada di alam itu didapatkan turun temurun dari orang tua juga kakek dan neneknya.

Berawal dari keinginannya merawat kearifan lokal agar obat tradisional khas kalteng terus ada di tengah derasnya kemajuan zaman, dia menceritakan kepada Tribunkalteng.com kerap blusukan masuk hutan saat kecil, demi mengetahui ramuan khas Dayak.

“Waktu kecil dulu saya sama ibu sering keluar masuk hutan, untuk mengetahui langsung jenis-jenis tumbuhan sebagai obat tradisional khas kalteng. Saya bilang ke orang tua dulu agar mencatatkan jenis-jenisnya dan kegunaaan agar terus dijaga tidak hilang,” kata Kamelia, Senin (16/1/2023).

Ibunya dulu adalah Bidan Kampung, sering didatangi orang- untuk berobat, dari pegal-pegal, asa urat, sakit pinggan, rematik dan lainnya, dituturkan ada kesembuhan saat berobat.

Baca juga: NEWS VIDEO, Curi Buah Sawit PT GSYM Diangkut 10 Mobil Pikap, 21 Tersangka Dibekuk Polres Kobar

Baca juga: Kebakaran di Pontianak Kalbar, Dua Bangunan Terbakar Pemilik Syok Lihat Rumahnya Hangus

Baca juga: Dukung Smart City, Satlantas Polresta Palangkaraya Akan Lakukan Penindakan Dengan ETLE Mobile

Di tahun 2000 dia mulai membuka usaha obat tradisional. Saat ini banyak yang sudah menjadi kemasan produk siap pakai, dari  Bawang Dayak,

Bajakah Celup, 41 macam akar kayu, Celup Pasak Bumi, Daun Songaki, Ramuan Tumor Kanker, Celup Kencing Manis hingga minyak Saluang Belum.

Usahanya menuai respon positif, pelanggannya hingga ke luar negeri seperti Amerika, Jepang dan daerah-daerah di Indonesia, bahkan mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Sudah sampai mancanegara, Amerika, Jepang dan sebagainya. Produknya ada yang mengantongi izin BPOM sampai halal. Presiden telah memberikan penghargaan piagam dan piala,” ujarnya.

Dukungan dari Pemerintah setempat turut memperkasai pencapaiannya saat ini, karyawan aktif berjumlah 8 orang dan mesin-mesin produksi membantunya memperlancar usaha mengenalkan kearifan lokal suku Dayak hingga ke belahan dunia.

Didampingi cucunya saat diwawancarai, Kamelia berharap obat-obat tradisional Kalteng dapat dijaga dan dirawat, jangan sampai anak cucu nantinya tidak mengenal bahkan tidak tahu, sehingga disamping ekonomi dia tidak pelit ilmu pengetahuan tersebut.

“Harapannya kearifan lokal khas Kalteng dapat diregenerasikan kepada anak muda. Dirawat dengan bijaksana turun temurun,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved