Berita Palangkaraya

Peringati Hari Raya Kuningan 2023, Umat Hindu Palangkaraya Menang Atas Nafsu dan Tegakan Kebenaran

Perayaan Hari Raya Kuningan 2023, umat Hindu di Kota Palangkaraya, dimaknai secara sakral, peribadatan berjalan khidmat atas kemenangan dan kebenaran

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan merayakan Hari Raya Kuningan 2023 di di Pura Pitamaha Padma Buana, Sabtu (14/1/2023). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Perayaan Hari Raya Kuningan 2023, umat Hindu di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah dimaknai secara sakral, peribadatan berjalan khidmat atas kemenangan terhadap kejahatan, kebenaran ditegakan.

Pinandita Gede I Made Suparma menuturkan, dalam diri manusia selalu bergejolak untuk melawan ketidakbenaran atas nafsu-nafsu yang bercokol, sehingga manusia akan selalu ada upaya berbuat kebenaran.

“Oleh karena itu, manusia melakukan keharmonisan terhadap sesama umat beragama dan lingkungan serta bakti kepada Tuhan,” katanya, Sabtu (14/1/2023).

Sementara itu, Ketua PHDI Palangkaraya I Made Sadiyana menyampaikan, makna Hari Raya Kuningan 2023, yang berasal dari kata kuning yang artinya mengingat kesejahteraan.

“Kuningan itu berasal dari kata kuning artinya ingat, jadi umat Hindu ingat kembali kesejahteraan. Lambang kesejahteraan, dalam hal ini, memuja memuji terhadap para leluhur Batara dan Dewa-dewa,” tuturnya.

Baca juga: Peringati Hari Raya Galungan, Umat Hindu Palangkaraya Mohon Keselamatan dan Kesehatan

Baca juga: BEM IAHN-TP Maknai Hari Raya Galungan, Kemenangan Kebaikan Lawan Keburukan

Diharapkan Hari Raya Kuningan 2023 ini dapat mempererat keharmonisan antarsesama manusia, umat beragama baik di internal maupun di luar.

Adapun perayaan ini adalah rangkaian dari Hari Raya Galungan beberapa hari yang lalu, begini rangkaiannya.

Tumpek Wariga: upacara selamatan ditujukan kehadapan Sang Hyang Sangkara, dewa penguasa tumbuh-tumbuhan.

Sugihan Jawa, hari pembersihan alam semesta, Sugihan Bali, memohon pembersihan dari Sang Maha Murni (orang suci).

Hari Penyekeban, hari memeram pisang atau tape Hari Penyajaan, suguhan-suguhan akan melaksanakan Hari Raya Galungan.

Hari Penampahan Galungan, menyembelih babi, ayam, itik untuk keperluan pesta menyambut Hari Raya Galungan.

Hari Raya Galungan, pesta Hari Raya Galungan dengan pesta meriah.

Hari Umanis Galungan, melaksanakan penyucian diri lahir dan batin dan menghaturkan sesajen kehadapan Sang Hyang Widhi.

Baca juga: Hari Raya Nyepi 2022, Umat Hindu di Kota Palangkaraya Menjalani Catur Brata

Baca juga: Rangkaian Peringatan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Palangkaraya Diawali dengan Ritual Melasti

Hari Pemaridan Guru, melaksanakan persembahyangan kehadapan para dewa dengan selamat dan meriah.

Hari Ulihan, persembahyangan kepada Sang Hyang Widhi. Hari Pemacekan Agung, menghaturkan sesajen kepada para bhuta kala, yakni Sang Kala Tiga Galungan.

Hari Penampahan Kuningan, menyembelih hewan ternak untuk Hari Raya Kuningan.

Hari Raya Kuningan, hari raya memperingati kebesaran Sang Hyang Widhi dalam wujud Sang Hyang Parama Wisesa, roh-roh suci dan pahlawan dharma yang berjasa membentuk akhlak manusia.

Hari Umanis Kuningan, mengadakan kunjungan keluarga untuk saling memaaf-maafkan sambil berekreasi ke tempat hiburan bersama keluarga.

Hari Budha Kliwon Pegat Warah / Pegat Wakan: hari baik untuk melaksanakan mona bratha dengan persembahyangan dan persembahan sesajen. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved