Berita Palangkaraya

LPA Kalteng Sebut Lato-lato Mainan Tradisional Namun Harus Ada Pengawasan saat Anak Bermain

LPAI Kalteng, Permainan Lato-Lato ini memiliki sisi positif dan negatifnya utamanya bagi anak-anak, ingatkan mainan tradisional, namun perlu diawasi

Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Kepala Sekolah SDN 4 Menteng, Noorliana perlihatkan permaina lato-lato yang disita dari murid yang nekat membawa ke sekolah, Kamis (12/1/2023). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Permainan Lato-Lato yang tengah digandrungi saat ini oleh semua kalangan, terutama anak-anak menjadi fenomena baru dalam bermain.

Kalau sebelumnya hampir sebagian anak-anak candu akan memainkan gawai, tetapi sesaat terlena permainan berbentuk bulat ini dengan mengeluarkan suara khas.

Namun begitu sangat disayangkan dari Permainan Lato-Lato inipun ternyata sudah ada memakan korban, karena tak berhati-hati saat bermain, khususnya di Palangkaraya.

Akhirnya menimbulkan pro dan kontrak diberbagai kalangan, diantaranya Pemerintah Kota Palangkaraya, mengeluarkan surat edaran terkait larangan Permainan Lato-Lato dibawa ke sekolah.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang merupakan lembaga independen yang berkaitan dengan anak turut berkomentar.

Yang mana tupoksinya salah satunya terkait edukasi atau pendidikan tentang segala hal mengenai anak-anak dan juga ke sekolah-sekolah, dan pendampingan hukum pada anak. 

Baca juga: Larangan Lato-lato, di Mesir Dicekal karena Dianggap Melecehkan Presiden, Amerika Larang Sejak 1971

Baca juga: Terkena Pecahan Lato-lato, Bocah SD Umur 8 Tahun di Kubu Raya Kalbar Terpaksa Jalani Operasi Mata

Menurut LPA Kalteng, Permainan Lato-Lato ini memiliki sisi positif dan negatifnya utamanya bagi anak-anak.

Sebab permainan yang terlihat sederhana ini mampu menghipnosis anak-anak tidak berpikir untuk bermain selalu gawai.

Semacam permainan tradisional ini dapat menstimulasi anak-anak dalam berpikir, melatih ketangkasan, dan gerak tubuh mereka.

Berbeda dengan bermain gawai sepanjang hari yang hanya membutuhkan otak untuk berpikir dan tangan saja, namun duduk diam tak bergerak.

“Kembali lagi, terlihat sederhana dan permainan tradisional justru dapat menggerakan motorik dan pemikiran serta ketangkasan mereka,” ujar Waki Ketua LPA Kalteng, Rosmawiah kepada Tribunkalteng.com, Jumat (13/1/2023).

Meski begitu, Rosmawiah menegaskan, Permainan Lato-Lato ini agar diawasi oleh orang tua saat bermain, terutama di lingkungan rumah dan keluarga.

Sebab terangnya, jangan sampai ada kasus-kasus yang ada saat ini terjadi yang justru merugikan sang anak dan juga orang tua.

Terlebih lagi Rosmawiah setuju, dengan adanya larangan Permainan Lato-Lato ini tidak dimainkan di sekolah.

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin Melarang dan Razia Membawa Permainan Lato-lato ke Sekolah

Baca juga: Kabar Terbaru Bocah Korban Lato-lato, Mata Masih Kabur Usai Dioperasi, Bupati Siapkan Aturan Khusus

“Karena tentu akan mengganggu jam belajar, dengan suara yang dikeluarkan dari permainan tersebut,” bebernya.

Rosmawiah pun mengingatkan, agar anak-anak bermain Permainan Lato-Lato ini, agar memperhatikan jam atau waktu.

Jangan sampai karena keasyikan bermain justru urusan sekolah dan tugas yang diberikan guru di sekolah terbengkalai.

“Sekali lagi selain pengawasan orang tua, jam bermain juga diperhatikan, jangan larut hingga akhirnya berdampak pada sekolah anak-anak,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved