Kobar Marunting Batu Aji

Sumbang PAD Ratusan Juta, Balai Benih Ikan Pemkab Kobar Betekad Tingkatkan Pendapatan

Balai Benih Ikan atau BBI Pemkab Kobar terus berupaya meningkatkan pendapatan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah attau PAD Kotawaringin Barat.

Penulis: Danang Ristiantoro | Editor: Fathurahman
Hakim untuk Tribunkalteng
Kolam Ikan milik balai benih ikan atau BBI Pmerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) yang dikelola Diskan Kobar. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Balai Benih Ikan atau BBI Pemkab Kobar terus berupaya meningkatkan pendapatan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah attau PAD Kotawaringin Barat.

Sepanjang tahun 2022, Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) telah menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) ratusan juta rupiah.

Dibawah pengelolaan Dinas Perikanan (Diskan) Kobar, tiga BBI yaitu BBI Pinang Merah, BBI Berambai Makmur dan BBI Sagu Sukamulya, telah membukukan PAD sebesar Rp 230 Juta rupiah.

"Angka tersebut masih berpotensi akan bertambah sampai dengan akhir tahun 2022, sesuai target PAD dalam APBD perubahan Rp 300 juta," kata Kabid Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Kobar Hermanto Ossa.

Diungkapkannya, pada awalnya target yang ditetapkan Pemda itu mencapai Rp 600 juta, namun karena BBI kerap dilanda banjir maka target tersebut dipangkas.

Baca juga: Tim Gabungan Gelar Patroli KRYD, Sasar Kawasan Ponton Kerap Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Baca juga: Tangkap Ikan Pakai Alat Setrum, Buruh Lepas di Desa Semangat Dalam Alalak Tewas Tersengat Listrik

Baca juga: Gelar Lomba Masak Berbahan Dasar Ikan, Pj Bupati Anang Dirjo Berharap Warga Kobar Gemar Makan Ikan

Baca juga: 26 Gram Sabu Sitaan Dimusnahkan, Pengungkapan Dua Mahasiswa Diduga Pengedar di Banjarbaru

"Sebenarnya target APBD murni Rp 600 juta, tapi karena musibah banjir terus-menerus sepanjang tahun, maka kami minta turunkan setengah," kata Hermanto Ossa.

Namun demikian, untuk tahun yang akan datang, dirinya optimis target yang ditetapkan itu bisa tercapai.

Hal yang perlu dilakukan yakni penguatan kapasitas SDM pengelola BBI, dan melakukan pembangunan pagar keliling penahan banjir.

"Tentu dibutuhkan upaya bersama, termasuk dukungan penganggaran, yaitu pembangunan pagar keliling penahan banjir bandang karena tiap tahun jadi limpasan," ungkapnya.

Di samping itu, ke depan pemda juga perlu melakukan pengesahan BBI menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), sehingga pihak pengelola dapat mempertanggungjawabkan target yang sudah disepakati.

"Perlu segera melakukan pengesahan BBI menjadi UPTD agar ada pejabat definitif yang dapat mempertanggungjawabkan target produksi dan target PAD," lanjutnya.

Untuk diketahui, ketiga BBI milik Dinas Perikanan Kobar bersama Unit Perbenihan Rakyat (UPR) mampu memproduksi benih ikan berbagai jenis sebanyak 2-4 juta ekor.

Produksi tersebut, untuk memenuhi kebutuhan bibit ikan di Kabupaten Kotawaringin Barat yang cukup tinggi. Namun, jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan bibit ikan di Kobar.

"Kebutuhan benih ikan per tahun 60 juta ekor. Untuk produksi bibit dari 3 BBI dan UPR per tahun antara 2 sampai 4 juta ekor. Mayoritas bibit masih didatangkan dari Banjarmasin dan pulau Jawa," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved