Kota Cantik

BPBD Palangkaraya Terima Permintaan Tebang Pohon Membahayakan selama Musim Hujan

BPBD Palangkaraya setiap harinya mendapat permintaan penebangan pohon yang membahayakan di musim penghujan dari masyarakat dan ditindaklanjuti

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
BPBD Kota Palangkaraya untuk Tribunkalteng.com
Seorang petugas menebang pohon yang membahayakan di Jalan Yos Sudarso, Palangkaraya menindaklanjuti laporan masyarakat. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setiap harinya mendapat permintaan penebangan pohon yang membahayakan di Musim Penghujan.

Pasalnya masyarakat mulai khawatir dengan beberapa kasus terkait pohon tumbang, yang menghilangkan nyawa seorang pengendara motor beberapa lalu di Palangkaraya.

"Iya masyarakat mulai kuatir kalau melihat pohon-pohon yang potensi membahayakan, sehingga setiap hari ada permintaan untuk menebang pohon," kata Kepala BPBD Palangkaraya, Emi Abriyani, Jumat (9/12/2022).

Menurutnya, Musim Penghujan yang disertai angin kencang dan kilat beberapa kali telah membuat pohon tumbang.

Dia pun meminta masyarakat agar lebih waspada dan melaporkan kepada BPBD jika melihat pohon-pohon yang membahayakan, sehingga petugas dapat menindaklanjuti.

Pohon tumbang di jalan Soekarno menyebabkan 2 Pengendara tewas ditempat kejadian perkara.  Kondisi penerangan jalan yang minim juga diduga menyebabkan pandangan pengendara tidak bsia melihat pohon tmbang tersebut secara jelas, selain itu pengendara yang tidak mengenakan helem saat berkendaraan jadi penyebab lainnya dalam kecelakaan tunggal
Pohon tumbang di jalan Soekarno menyebabkan 2 Pengendara tewas ditempat kejadian perkara. Kondisi penerangan jalan yang minim juga diduga menyebabkan pandangan pengendara tidak bsia melihat pohon tmbang tersebut secara jelas, selain itu pengendara yang tidak mengenakan helem saat berkendaraan jadi penyebab lainnya dalam kecelakaan tunggal (ISTIMEWA)

Sementara itu, potensi banjir di Palangkaraya masih mengintai, pihaknya memprediksi puncak musim penghujan di Desember.

"Selain pohon tumbang banjir juga perlu diwaspadai, karena puncak Musim Penghujan masih belum, dikuatirkan terdapat kiriman banjir dari Kabupaten tetangga kembali," bebernya.

Untuk mengantispasi banjir, dia mengimbau kepada warga agar menggalakkan kerja bakti membersihkan parit dari sampah dan endapan.

"Budaya kerja bakti saya harapkan dihidupkan kembali untuk mengantispasi banjir, karena jika saluran lancar air cepat mengalir meminimalisir genangan air," jelasnya.

Kendati demikian, BPBD Palangkaraya yang bekerja sama dengan stakeholder lainnya mengaku siaga jika terjadi bencana banjir kembali, serta telah merencanakan untuk mengantisipasi hal tersebut. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved