Berita Palangkaraya

Tim Kejari Palangkaraya Buru Terdakwa Saleh Kabur Usai Divonis Bersalah di Kasasi 7 Tahun Penjara

Tim Kejari Palangkaraya tengah memburu terdakwa Saleh usai atas vonis kasasi 7 tahun penjara. hingga kini hilang tanpa tahu keberadaannya

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Sri Mariati/Tribunkalteng.com
Terdakwa Saleh (rambut gondrong) yang ditangkap anggota BNNP Kalteng, warga Kampung Ponton, Kota Palangkaraya, saat pers rilinya di Pelabuhan Rambang, Jumat (22/10/2021) lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Terdakwa perkara narkoba Salihin atau akrab disapa Saleh, yang divonis bebas pada Mei 2022 lalu, oleh tiga majelis hakim di Pengadilan Negeri Palangkaraya sempat kontroversial, ditetapkan kembali jadi terdakwa.

Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangkaraya mengajukan banding kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas vonis tersebut.

Namun belum usai perkara tersebut, gembong narkoba di kawasan Kampung Ponton tersebut malah kabur dan menghilang tanpa tahu keberadaaanya saat ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palangkaraya, Totok Bambang Sapto Dwijo mengatakan, putusan kasasi memvonis 7 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar dan subsider 3 bulan kurungan.

“Setelah keluarnya hasil putusan kasasi, kami langsung melakukan pencarian dan pengejaran terhadap tersangka Saleh,” ungkapnya.

Tersangka Saleh setelah divonis hukumannya, menghilang tanpa jejak saat hendak dicari oleh Kejari Palangkaraya.

Baca juga: 8 Tersangka Pembunuhan Anggota Polda Kalteng di Ponton Palangkaraya Diringkus Polisi

Baca juga: BNNP Kalteng Gagalkan Peredaran Sabu Seberat 282,56 Gram, Empat Tersangka Diamankan

“Kami akan menggunakan Information Technology (IT) canggih guna melakukan pencarian terhadap Saleh,” ungkap Kepala Kejari.

Pada sidang di Pengadilan Negeri Palangkaraya pada Selasa (24/5/2022) diketuai Heru Setiyadi dan Hakim anggota Syamsuni dan Erhammudin menjatuhkan putusan bebas terhadap pembelaan Salihin alias Saleh bin Abdullah.

Seperti yang termuat dalam Putusan Nomor: 17/Pid.Sus /2022/PN.Plk tanggal 24 Mei 2022.

Namun, MA justru mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Palangka Raya dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Palangkaraya Nomor 17/PidSus/2022/PN Plk tanggal 24 Mei 2022.

Adapun terdakwa Saleh terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menguasai narkotika golongan I, dalam bentuk bukan tanaman melebihi 5 gram.

Kepala Kejari berkomitmen akan mencari dan mengusut tuntas kasus atas terdakwa Saleh tersebut.

“Pencarian akan kami lakukan menggunakan sarana IT. Jika yang bersangkutan berhasil kami temukan, pasti akan kita lakukan eksekusi dan kita yakin hukuman segera tertangkap," tutup Totok Bambang Sapto Dwijo.

Baca juga: NEWS VIDEO, Tersangka Salihin Diamankan BNNP Kalimantan Tengah Miliki 200 Gram Sabu

Baca juga: Polisi Berpangkat Aipda Diduga Dibunuh di Kampung Ponton, Luka Tembak, Sayatan Sajam di Tubuh

Seperti diketahui, terdakwa natkotika tersebut diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP Kalteng).

Penangkapan berlangsung di rumahnya, kawasan Kampung Ponton, Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Penangkapan di rumah Saleh oleh BNNP Kalteng, berhasil mengamankan barang bukti dua bungkus sabu dengan berat kotor 200 gram pada laci lemari kamar, berikut barang bukti lainnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved