Kota Cantik

Pemerintah Kota Palangkaraya Minta Warga Hemat Listrik, Gencar Tekan Inflasi di Kota Cantik

Pemerintah Kota Palangkaraya gencar meredam inflansi, berbagai upaya dilakukan agar sejumlah komoditi tidak meroket naik diantaranya pemakaian listrik

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Prokompky untuk Tribunkalteng.com
Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin bersama Sekda Palangkaraya Hera Nugrahayu saat mengikuti rapat pengendalian inflansi bersama Mendagri, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya gencar meredam inflasi, berbagai upaya dilakukan agar sejumlah komoditi tidak meroket naik salah satunya pemeliharaan rutin rumah tangga, penggunaan listrik.

Data BPS Provinsi Kalimantan Tengah menyebutkan, Kota Cantik mengalami inflasi bulanan 0,21 persen.

Bidang transportasi 1,66 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,42 persen, kelompok kesehatan 0,39 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,36 persen.

kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,15 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen. Kelompok pendidikan dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya relatif stabil.

"Kota Palangkaraya mengikuti rapat pengendalian inflansi bersama Mendagri, secara nasional relatif menurun. Salah satunya masyarakat dapat bersama-sama menekan Inflasi dengan berhemat listrik," kata Sekda Palangkaraya, Hera Nugrahayu, Selasa (6/12/2022).

kontrak pemkoo 12132
Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin mengikuti rapat dengan pemerintah pusat secara virtual bersama instansi terkait di Comment Center Balai Kota, beberapa hari lalu.

Sementara itu terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,13 persen.

Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan 0,03 persen, dan kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,03 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi di Kota Palangkaraya pada November 2022 antara lain, angkutan udara, beras, rokok kretek filter.

Lalu ikan asin sepat, emas perhiasan, bawang merah, ikan baung, pelumas/oli mesin, ikan gabus, dan semangka.

Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain, minyak goreng, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, kacang panjang, ketimun, daging ayam ras, ikan patin, cabai merah, tempe, kol putih/kubis.

Meredam Inflansi, pihaknya melakukan operasi pasar sembako murah guna ketersedian stok yang cukup dan kestabilan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

"Salah satu upaya meredam inflansi, Pemko Palangkaraya rutin menggelar operasi pasar murah di setiap kelurahan, hingga Nataru nanti, mengantispasi lonjakan harga," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved