Kota Cantik

1 Desa di Kelurahan Sabaru Palangkaraya Belum Teraliri Listrik, Sementara Pakai Energi Tenaga Surya

Ada 1 desa di Kelurahan Sabara, Sebangau yang belum terailiri listrik sekitar 40 Kepala Keluarga, Hal itu diungkapkan Camat Sebangai Teguh Margiono

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Camat Sabangau, Teguh Margiono. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Masyarakat tak terlepas dengan adanya listrik untuk kehidupan yang lebih baik, dari penerangan rumah hingga pembangkit listrik peralatan penunjang lainnya.

Di tahun 2022 ternyata masih ada permukiman masyarakat yang belum teraliri listrik di Kota Palangkaraya, yaitu di Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau.

"Itu masuk Kelurahan Sabaru, nama jalannya singkatan dari Tapal Batas Kalampangan Sabaru," kata Camat Sabangau, Teguh Margiono kepada Tribunkalteng.com, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, saat ini jumlah kepala keluarga (KK) terdapat sekitar 40, mereka tinggal ada yang tidak sederet alias acak.

Rata-rata masyarakat memiliki pekerjaan sebagai petani di lingkungan mereka, dan hingga kini memanfaatkan energi surya sebagai penerangan.

Sekda Palangkaraya, Hera Nugrahayu saat menandatangani komitmen Keselamatan Ketenagalistrikan yang digelar PLN di Hotel Best Western, Senin (5/12/2022).
Sekda Palangkaraya, Hera Nugrahayu saat menandatangani komitmen Keselamatan Ketenagalistrikan yang digelar PLN di Hotel Best Western, Senin (5/12/2022). (Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto)

"Saat ini ada sekitar 40 KK, karena belum masuk listrik, mereka menggunakan tenaga surya sehari-harinya," ujarnya.

Dia menilai jika sesuai peraturan untuk desa teraliri listrik dengan jumlah yang sudah ditentukan, maka kasihan masyarakat tidak mendapat pasokan listrik.

Karena pasokan listrik di Kalteng sendiri surplus, sangat disayangkan jika tidak dialirkan ke daerah-daerah yang belum teraliri listrik.

Sementara itu, pihaknya mendata kembali penduduknya, untuk pengajuan listrik dari PLN melalui program listrik bagi desa yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah.

Pasalnya PLN berjanji akan menyurvei daerah tersebut, apakah masuk daerah yang mendapatkan program desa dengan biaya pemasangan gratis.

"Harapannya ya lebih bagus dapat program tersebut, saat ini sedang mendata untuk mengajukan permohonan kembali," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved