Berita Palangkaraya

Rumah Terendam Banjir Listrik Hidup, PLN Palangkaraya Ingatkan Rentan Terjadi Sengatan Listrik

Musim banjir sebaiknya rumah yang terendam listrinya dalam kondisi padam, pasalnya jika listrik hisup saat rumah banjir rentan sengatan listrik.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Manager PLN UP3 Palangkaraya, Erwin Gunawan saat menjelaskan terkait kerawanan penggunaan daya listrik dalam keadaan tertentu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Rumah terendam banjir sedangkan Listrik masih dalam posisi hidup, PLN Palangkaraya Ingatkan agar dimatikan, karena rentan terjadi sengatan listrik.

Hal itu terungkap saat digelar forum keselamatan ketenagalistrikan bersama Forkopimda di Hotel Best Western Palangkaraya, Senin (5/12/2022).

Instalansi kelistrikan dapat menjadi boomerang, mengancam keselamatan seseorang, jika tidak dilaksanakan secara aman sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Contoh beberapa korban di Kalteng yang tersengat listrik akibat banjir, listrik tetap hidup meski air menggenang di rumah.

Demikian disampaikan Manager PLN UP3 Palangkaraya, Erwin Gunawan saat menggelar forum keselamatan ketenagalistrikan bersama Forkopimda.

Baca juga: Kebakaran di Banjarmasin, 3 Rumah dan 1 Unit Motor Hangus, Ada Suara Ledakan Sebelum Muncul Api

Baca juga: Perbaiki Sekolah Rusak di Kobar, Disdikbud Siapkan Rp 1 Miliar Rehab SDN Teluk Pulai Tahun 2023

Baca juga: Dicegat di Pinggir Jalan Sungai Teras Tabunganen Batola, Dua Pria Ditangkap Bawa Dua Paket Sabu

Baca juga: NEWS VIDEO, Napi Pangkalan Bun Kabur, Diketahui Saat Kalapas Lakukan Pemetaan Bangunan

"Ternyata di setiap instalansi listrik ini ada resiko bahaya yang bisa saja terjadi, akan tetapi kita dapat menggunakan listrik ini menjadi hal yang berguna," katanya, Senin (5/12/2022).

Dia mengingatkan agar masyarakat memiliki kepedulian, bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, karena tidak ada yang lebih berharga dari jiwa manusia.

Pihaknya mewanti-wanti aktifitas yang memiliki resiko dalam bahaya kelistrikan antara lain, memancing atau bermain layangan dekat dengan jaringan atau kabel listrik.

Memperhatikan jarak aman bangunan atau kerangka atap baja dengan jaringan listrik minimal  3 meter, juga umbul-umbul, spanduk, antena tv dan radio.

Segera memutus aliran listrik di rumah saat banjir, maupun kebakaran dan memindahkan perangkat kelistrikan jauh dari air atau api.

"Membakar sampah di bawah jaringan listrik berbahaya karena akan kabel-kabel berpotensi terbakar yang menyebabkan konsleting," ujarnya.

Penggunan steker yang menumpuk dapat pula memicu konsleting listrik, dan masyarakat diimbau saat menyentuh stop kontak dalam kondisi tangan kering.

"Masyarakat juga dapat mengecek secara berkala instalansi listrik bangunan 5 tahun sekali, mengingat produk-produk ada usia dan kualitas berbeda-beda," jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar mendapat aliran listrik secara legal, pasalnya tak jarang dijumpai masyarakat yang mengambil listrik secara ilegal yang dapat membahayakan dirinya sendiri. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved