Berita Kaltara

Heboh Video Viral Ikan Beracun di Pasar Pelangi Malinau, Ternyata Berawal dari Ini

Pelaku perekam video viral ikan beracun di Pasar Pelangi Malinau, Kaltara tidak terbukti dan ternyata salah paham oleh pelaku

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Satlantas Polres Malinau
Ilustrasi, pemuda penyebar video viral ikan beracun di Pasar Pelangi Malinau, Kaltara meminta maaf kepada pedagang usai diminta keterangan di kantor polisi. 

TRIBUNKALTENG.COM, MALINAU – Sempat membuat heboh dan meresahkan warga di Malinau, lantaran ikan di Pasar Pelangi Malinau mengandung racun atau zat berbahaya, ternyata terungkap asal muasal persoalan tersebut.

Bahkan Dinas Kesehatan setempat pun melakukan uji sampel ke sejumlah ikan yang dijual oleh pedagang Pasar Pelangi, dan tak terbukti mengandung racun dan bebas zat berbahaya.

Kejadian Video Viral itu dipastikan tidak terbukti kebenarannya dan merupakan kesalahan perekam video.

Polres Malinau memastikan informasi adanya diduga Ikan Beracun di Pasar Pelangi Malinau yang jadi Video Viral sepekan lalu merupakan misinformasi dan kesalahpahaman.

Polres Malinau menggelar Jumpa Pers, Senin (5/12/2022) untuk menjelaskan kronologi sekaligus meluruskan informasi yang beredar.

Polisi Polres Malinau telah memanggil dan mendengarkan keterangan tiga pihak, yakni pedagang, pemilik hewan peliharaan sekaligus perekam dan pihak ketiga.

Baca juga: Terpeleset dan Terseret Arus, Anak Perempuan Tenggelam di Sungai Teras Baru Kaltara

Baca juga: Kisah Babinsa 1201-10 Menyuke Landak Kaltara Pikul Keranda Jenazah Warga ke TPU Terobos Banjir

Kronologi Awal

Perekam video, Pria inisial N merupakan warga Desa Tanjung Keranjang sekaligus pemilik hewan peliharaan yang diduga keracunan seusai mengonsumsi ikan yang dibeli di Pasar pada Sabtu (26/11/2022) sore.

Awalnya, N menyangka hewan peliharaannya yakni seekor anjing dan kucing keracunan karena mengonsumsi hewan yang baru saja dibeli dari Pedagang di Pasar Minan atau Pasar Pelangi.

Tanpa memeriksa kebenarannya, N merekam video dan mengirimkan ke grup WhatsApp keluarga dengan niat mengingatkan kerabatnya agar berhati-hati.

"Video itu saya rekam dan kirim ke grup keluarga dengan niat supaya ikan tidak dikonsumsi. Saya kirimnya ke grup WA keluarga saja tidak disebar ke umum, niatnya supaya hati-hati," ujar N saat dikonfirmasi TribunKaltara.com pada kegiatan Jumpa Pers Polres Malinau, Senin (5/12/2022).

Pada hari yang sama, kerabatnya mendatangi Pedagang di Pasar Minan untuk dimintai klarifikasi. Pengelola dan pedagang pasar membantah tudingan tersebut.

Karena tak ada kesepakatan, Polsek Malinau Kota memediasi pertemuan kedua belah pihak pada malam harinya. Ditemukan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Persoalan tersebut disepakati sebagai kesalahan perekam video. Namun, karena video terlanjur tersebar, keesokan harinya, Minggu (27/11/2022), potongan video telah tersebar luas dan viral di sosial media.

Baca juga: Seorang Pria Terjatuh dari Speedboat di Perairan Bulungan Kaltara Saat Kapal Dihantam Ombak

Halaman
123
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved